Subhanallah...cuma itu kalimat yang terucap dari mulut-mulut kami orang-orang yang tinggal di Sumatera Utara pada malam Selasa setelah Isya tanggal 1 Desember 08 yang baru lalu ketika kami menatap langit yang cerah malam itu. Betapa tidak, dilangit barat yang indah malam itu terpampang pemandangan yang tidak lazim....Langit Tersenyum. Ya malam itu langit kami memang tersenyum, paling tidak begitulah kami menyebut fenomena alam malam itu. Seperti pada gambar hasil jepretan kamera seorang kawan ini (beruntung seorang kawan berhasil mengabadikan moment itu, sementara saya waktu itu hanya terkesima dan tidak teringat sama sekali untuk mengabadikannya).Bulan sabit yang berumur 3 hari itu diatasnya dilengkapi dengan dua buah bintang yang seolah memposisikan diri sebagai dua buah mata, sehingga seakan membentuk formasi seraut wajah yang sedang tersenyum.
Gelagat apakah ini..? semoga kebaikan untuk kita semua. Dan hendaknya kita mampu menahan diri untuk tidak terjerumus kedalam takhayyul karena menafsirkan fenomena alam ini sesuai selera kita.
Bukankah Allah, Maha Kuasa berbuat sesuatu sebagai pembuktian Kuasanya yang dipertunjukan kepada kita makhluk Nya ? Inilah barangkali yang disebut "Ayat kauniyah / ayat Allah yang terhampar sebagai alam ciptaan Nya". Seperti firman Nya dalam QS Ash Shaffat : 6
اِنَّازَيَّنَّاالسَّمَاءَالدُّنْيَابِزِيْنَةٍالْكَوَاكِبِ
"Sesungguhnya kami telah menghias langit yang terdekat (langit dunia) dengan hiasan, yaitu bintang-bintang"
Shodaqollohul 'azhiim.









