Rabu, 29 April 2009

WELCOME.......

Yah......, selamat datang dan selamat bergabung buat saudara kita Ferry Siswadhi di rumah maya kita, tempat kita bisa bernostalgia, berbagi cerita, bercanda dan segala macam itu.
Walau kita dipisahkan jarak....., walau kita dibedakan warna......., walau kita berbeda status dan kedudukan, namun kita tetap satu..., dipersatukan dalam almamater yang sama.......
Ditunggu kabar selanjutnya.


Ferry Siswadhi

KUNJUNGAN KERJA 2

Bertemu di kampuspun jadi.......

Seperti yang tidak mau kalah sama kumpul-kumpulnya Anie, Sidik sama Ade. Bukannya mau bersaing sama mereka..., dan bukannya kebetulan kalo saudaraku yang nun jauh di Bau-Bau sana...., yang sudah jadi seorang pejabat di salah satu Institusi Departemen Teknis, menyempatkan diri untuk datang bersilaturahmi, bertemu saudaranya yang belum jadi apa-apa. Sekali lagi......, beginilah yang namanya SAUDARA, perbedaan status dan ukuran tubuh (he.....he.....) tidak menghalangi yang dah jadi pejabat menemui saudaranya yang bukan pejabat..., dan yang bukan pejabat tidak malu untuk dikunjungi yang pejabat. Sesibuk apapun acara, sesempit apapun waktu yang dipunya, kesempatan untuk berjumpa.......rasanya mungkin terlalu sayang untuk dilewatkan, bahkan mungkin takan pernah mau untuk dilewatkan.

Terima kasih buat Saudaraku Amdali Adhitama, yang telah datang berkunjung. Insya Allah...., kalo ada kesempatan saya juga ingin bersilaturahmi ke tempatmu.


Yah..., mungkin tidak seperti rekan kita di Pekalongan......, karena keterbatasan waktu, kami hanya sempat untuk makan siang di kantin kampus (itupun beliau yang bayarin, he...he...)


Walau sederhana dan murah meriah...., tapi habis juga ya.....??? Laper kali ya..., makan siangnya dah menjelang sore habisnya


Yap.....sibuk baca-baca dan nyari buku yang relevan buat dibawa pulang.....di perpustakaan Fakultas Perikanan IPB


Yang satu udah gede gemuk lagi...., yang satu lagi... dah kecil kurus lagi. He....., menyempatkan diri berfoto sebelum berpisah.
Terima kasih.....

Selasa, 28 April 2009

KUNJUNGAN KERJA

Kunjungan Ade Sunaryo di Pekalongan

Beginilah kalo kita bersaudara......, sesibuk apapun kita...., ternyata saudara-saudara kita ini masih menyempatkan diri untuk bersua dengan saudaranya yang lain. Ade dengan segala kesibukan kegiatan kunjungan kerjanya masih menyempatkan diri menemui Ani ama Sidik. Sidik yang juga punya kesibukan kerjanya masih menyempatkan diri untuk menemani Ade dan Ani dengan segala kesibukannya masih menyempatkan diri untuk menerima kunjungan saudaranya. Begitu indah.... tali persaudaraan diantara kita........, begitu hebatnya almamater tercinta mengubah diri kita yang tadinya tak mengenal satu dengan yang lain menjadi seperti saudara sedarah yang tak terpisahkan, yang selalu ada dalam setiap hati kita...., dimanapun kita berada.

Yap......, photo-photo kiriman Ani ini, semoga menjadi penggugah lagi makna eratnya persaudaraan yang pernah dulu..... sama kita bina. Amin.


Duh...., bikin iri kita-kita aja neh, enaknya makan bareng...., diiringi canda dan tawa, begitu nikmat rasanya makanan yang disantap


Beginilah kalo para pejabat makan......, tetep serius walau makanan udah hampir habis.


Bertiga...., Ade, Sidik, Anie....., sayang tanpa keterangan dimana...? Tapi kayanya sih di rumahnya Anie yah.....?

Senin, 27 April 2009

KEBAIKAN HATI

Lebih dari sekedar ucapan terima kasih
(Sumber: Motivasi)

Seorang anak merengek pada ibunya minta dibelikan jagung bakar. Dengan sedikit enggan sang ibu mengulurkan selembar uang dan mengawasinya dari kejauhan. Lalu si anak dengan tekun mengikuti gerak-gerik nenek tua penjual jagung bakar memainkan kipas bambunya. Mata kanak-kanaknya membulat terheran-heran pada pletikan biji jagung asap serta harumnya yang tertebar kemana-mana. Sedangkan nenek tua yang berpakaian lusuh itu tersenyum melirik anak kecil yang jongkok di sebelahnya. Mata tuanya meredup melayang entah kemana....? Sesekali dicubitnya pipi anak itu. Kemudian diberikannya jagung bakar itu pada pada anak yang sedari tadi berharap-harap takjub, katanya ”Ambillah saja buatmu nak. Tak usah dibayar. "

Si Ibunya sang anak mengucapkan terima kasih lalu berkata pada suaminya, ”Lumayan, kita dapat rejeki satu jagung bakar.” Lalu mereka meninggalkan taman kota itu dengan kendaran roda empat terbaru mereka.

Tunggu dulu wahai Ibu.........!!!!! Mengapa kau menyebutnya sebagai rejeki? Bukankah dengan demikian si nenek tua itu malah kehilangan sebahagian penghasilannya yang tidak seberapa? Tidakkah kau terpanggil untuk membalasnya dengan sesuatu yang lebih dari sekedar kata terima kasih? Memang, menerima selalu menyeanngkan. Namun memberikan dengan sikap tulus jauh lebih membahagiakan. Tahukah kau, wahai ibu, hati nenek itu teramat terang, jauh lebih terang dari lampu yang menerangi temaramnya senja.

Kebaikan hati adalah ketidakmampuan untuk tentram jika ada orang lain merasa gelisah, ketidakmampuan untuk tetap nyaman jika ada orang yang merasa tidak nyaman, ketidakmampuan untuk tetap berperasaan enak apabila orang lain sedang gundah
(Samuel H. Holdenson)


Renungan:

Kerendahan Hati

Kalau engkau tak sanggup menjadi pohon besar yang tumbuh di puncak bukit, jadilah semak belukar. Tetapi belukar terbaik yang tumbuh di tepi danau.
Kalau engkau tak sanggup menjadi belukar, jadilah rumput. Tapi rumput terbaik yang tumbuh memperkuat tanggul pinggir jalan.
Kalau engkau tak mampu untuk menjadi jalan raya, jadilah saja jalan kecil, yang membawa orang kepada mata air.
Tak semua menjadi nahkoda, tentu ada awak kapalnya. Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi rendahnya dirimu. Jadilah saja dirimu, sebaik-baiknya dirimu sendiri.

Senin, 20 April 2009

PERJALANAN PANJANG ALMAMATER TERCINTA (bag 1)

ERA TAHUN 50-AN

Kita semua juga tahu kalo usia Almamter tercinta kita sudah tua kalo dihitung berdasarkan usia rata-rata manusia. Yah...., usia 51 tahun rasanya bukan usia muda, bahkan kalo dilihat dari eksistensi keberadaanya sekarang yang sudah beralih menjadi Sekolah Tinggi, Alamamter tercinta yang hanya.... Sekolah Menengah...., sudah almarhum sejak Tahun 1992 (atau hanya berumur 44 tahun sajah).

Namun apapun itu..... dan bagimanapun kondisinya saat ini........, biarlah berjalan seiring waktu. Satu hal yang pasti....., sejak Alumnus pertama lahir sampai saat ini......., tali persaudaraan dan rasa ke-Almamater-an kita tidak pernah pudar, itu yang paling penting. Untuk mengenang tentang perjalanan Alamater tercinta, Kami coba sampaikan rekaman gambar tentang sedikit perjalanan Almamater tercinta, yang akan Kami sampaikan secara bersambung. Untuk yang pertama ditampilkan rekaman gambar hitam-putih era tahun 50-an



Mungkin sedang nampang di tiang bendera di lapangan depan gedung utama


Sepertinya belum ada seragam khusus saat itu.....?


Kalo soal serius..., sepertinya memang sudah pembawaan kita sejak doeloe


Entah dimana.....???


Kalo tidak salah ngeliat..., foto ke-2 dari kiri sepertinya kenal.......? ayo....siapakah gerangan beliau....?
Sumber: Reuni Akbar 2003
Baca juga "Tonggak Sejarah Awal Berdirinya SPDMA (Sekolah Perikanan Darat Menengah Atas)" disini

Selasa, 14 April 2009

CALON ANGGOTA DEWAN YANG TERHORMAT

DOA TULUS YANG BIJAK

Suatau ketika ada seorang anak yang sedang mengikuti final sebuah lomba mobil balap mainan. Ada seorang anak yang memiliki mobil mainan tidak terlalu istimewa dibanding mobil mainan peserta yang lain, tapi ia sangat bangga dengan mobil tersebut karena itu adalah buatannya sendiri. Beberapa penonton menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya.

Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaran mobil balap mainan. Setiap anak mulai bersiap di garis start. Namun sesaat sebelum lomba dimulai, si anak meminta waktu sebentar untuk terlebih dahulu berdoa. Terlihat ia komat kamit dengan mata terpejam. Semenit kemudian, ia berkata, ”Ya, aku siap.”

Perlombaanpun dimulai, dan pemenangnya ternyata si anak dengan mobil mainan yang tidak terlalu istimewa tersebut. Ia berucap dan berkomat kamit lagi. ”Terima kasih.” terlontar ucapan dari mulutnya.

Saat pembagian pila, ketua panitia sempat bertanya pada anak, ”Hai jagoan, kamu tadi pasti berdoa pada Tuhan agar kamu menang bukan?” Si anak menjawab ” Bukan, Pak, bukan itu yang yang aku panjatkan.”
Lalu ia melanjutkan, ”Sepertinya tidak adil untuk meminta pada Tuhan untuk menolong mengalahkan orang lain. Aku hanya berdoa pada Tuhan memohon supaya aku tidak menangis jika dalam perlombaan ini kalah”

Yah...., anak-anak sepertinya lebih punya kebijaksanaan dibanding kita semua. Anak itu tidak memohon pada Tuhan untuk menang dalam setiap ujian, tidak memohon untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang ingin diraihnya. Dia juga tidak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya, Ia tidak berdoa untuk menang dan menyakiti yang lainnya. Namun Ia bermohon pada Tuhan, agar diberikan kekuatan saat menghadapi itu semua. Ia berdoa, agar diberikan kemuliaan, dan mau menyadari kekurangan dengan rasa bangga.

Mungkin telah banyak waktu yang kita lakukan untuk berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan setiap permintaan kita. Terlalu sering juga kita meminta pada Tuhan untuk menjadikan kita selalu nomor satu, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian. Terlalu sering kita berdoa pada Tuhan, untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan kita. Padahal....,bukankah yang kita butuhkan adalah bimbingan-Nya, tuntunan-Nya dan panduan-Nya

Kita sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat. Kita sering lupa dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini. Tak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui? Tuhan memberikan kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah, cengeng dan mudah menyerah. Sesungguhnya, Tuhan menguji setiap hamban yang saleh. Insya Allah.

Doa tulus kami buat saudaraku: AHMAD HADIAN, ASEP AMIDIN, FERRY SISWADHI
dan seluruh rekan yang sedang berjuang untuk mengemban amanah rakyat.


Gedung yang banyak diperebutkan orang saat ini

Minggu, 12 April 2009

ARISAN SPESIAL SAMBIL BERMAL




Salam OVA

Menindaklanjuti program yang telah kami sampaikan sebelumnya dan atas permintaan dari rekan semua untuk kejelasan dari program tersebut. Dengan ini Kami sampaikan rencana penghimpunan Dana Abadi Cikaret89.

Sebagimana telah disampaikan, Dana abadi Cikaret 89 merupakan dana yang dihimpun dari seluruh rekan yang bersedia dan tertarik dengan program ini, utamanya alumni SUPM Cikaret Angkatan ’89 dan Alumni Cikaret lainnya (Bersifat Terbuka). Dana yang dikumpulkan adalah 100% milik alumni penyetor, dengan kata lain ini hanya semacam arisan yang BISA DITARIK kembali oleh si pemilik KAPAN pun ingin diambil.

Yang membedakan dari jenis Dana Abadi yang lainnya, adalah mungkin sbb.

  1. Siapapun dapat menarik dana punya sendiri kapanpun dan dana punya rekan yang lain atas persetujuan terambil. Misalnya si A mempunyai dana tersetor sebesar Rp. 500.000,- si B dan si C juga sama mempunya dana sebesar itu. Si A karena sesuatu hal yang sangat mendesak dan dianggap layak oleh pengurus, dapat menarik dana sebesar Rp 1.500.000,- dan atau tidak melebihi 300% (3 kali lipat) dari dana sendiri yang telah disetor, serta atas persetujuan dari si B dan C yang akan dikonfirmasi terlebih dahulu kebenarannya kepada yang bersangkutan (si B dan si C) oleh pengurus cikaret89. Untuk hal seperti tersebut, maka si A dibebankan kewajiban untuk mencicilnya dan atau melunasinya sesuai ketentuan dan kesepakatan yang dibuat dengan pengurus.

  2. Dana terkumpul akan disimpan di Bank, dan maaf..., bunga yang diperoleh disumbangkan untuk dikelola oleh posko’89peduli

  3. Dana yang terkumpul dikenai entah zakat, infak, sodakoh atau apalah namanya sebesar 2,5% (dua setengah persen) atau sesuai keinginan si pemberi, dipotong pada saat dana diambil (hanya 1 kali pemotongan) dan akan disumbangkan untuk dikelola oleh posko’89peduli

  4. Point ke 2 dan 3 tersebut di atas menjadi dana abadi cikaret ’89 seperti yang dimaksud, yang akan disumbangkan sepenunya pada "posko89peduli" untuk dipergunakan program sosial seperti yang sudah berjalan selama ini, yaitu santunan anak yatim untuk rekan alumni dan program sosial lainnya yang memungkinkan.

  5. Besaran dana arisan ditetapkan berdasarkan orang dan nomor, dimana besarannya adalah senilai Rp. 25.000,- untuk satu nomor setiap bulan. Satu orang minimal mengambil 1 nomor dan maksimal 4 nomor, bila masih berkeinginan untuk lebih, bisa dengan mencantumkan nama keluarga lainnya.

  6. Contoh pengambilan nomor adalah sebagai berikut, misalnya si A mengambil dua nomor yaitu A1 dan A2, maka si A harus menyetorkan dana sebesar Rp 50.000,- setiap bulannya, dan seterusnya.

Seluruh dana yang terhimpun dan dikeluarkan akan dilaporkan setiap bulannya pada setiap awal bulan (minggu pertama) melalui situs www.cikaret89.com

Program arisan spesial sambil beramal ini akan ditutup setiap 4 (empat) tahun sekali dan atau pada saat Reuni Akbar, dimana seluruh dana terkumpul yang belum sempat diambil penyetor (pemilik dana) pada saat berlangsungnya program ini, dikembalikan sepenuhnya, seluruhnya, seutuhnya (setelah dipotong zakat, sodakoh atau apalah namanya sebesar 2.5% dan atau sesuai keinginan pemilik dana, tentunya).

Besar harapan Kami agar kiranya rencana ini dapat terwujud sesuai dengan apa yang diharapkan. Kami menunggu saran dan masukan selanjutnya untuk lebih menyempurnakan rencana ini. Sebagai tambahan informasi. Sampai saat ini telah beberapa rekan alumni yang bersedia mengikuti program ini.Besar harapan Kami akan semakin banyak lagi rekan yang ikut bergabung dalam program ini. Insya Allah, dalam waktu secepatnya akan dibentuk kepengurusan untuk menaungi program ini.

Untuk rekan yang telah mendaftar melalui telepon sebelumnya dan baru akan mendaftar, Kami persilakan untuk mendaftar kembali dalam kolom KOMENTAR posting ini

Semoga Allah SWT berkenan
Wassalam

a.n. pengasuh www.cikaret89.com