Rabu, 25 Februari 2009

HUKUM DAN KEADILAN

Surat pengangkatan Kemas Yahya Rahman dan Mohammad Salim membuat Kejaksaan Agung menjadi berita besar di media massa, beberapa hari terakhir. Surat yang ditetapkan Jaksa Agung Hendarman Supandji sejak 22 Januari lalu itu berisi pengangkatan Kemas dan Salim sebagai Tim Supervisi Penuntutan Perkara Korupsi.
ADVERTISEMENT

Namun, setelah didera badai kritik, Kejaksaan Agung akhirnya membatalkan surat tugas terhadap Kemas Yahya dan M. Salim. Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus (Jampipsus) Marwan Effendy menegaskan agar polemik dan kritik tidak berlarut-larut. Tugas Kemas Yahya dan M. Salim akhirnya diambil alih. "Beritanya luar biasa. Oleh karena itu sudahlah, daripada memperpanjang persoalan, toh," ucap Marwan Effendy [baca: LBH: Kemas-Salim Mesti Diproses Hukum].

Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa mengaku, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak pernah memberi arahan kepada Jaksa Agung soal pengangkatan Kemas Yahya dan M. Salim. Namun, menurut Hatta Rajasa, Presiden dapat meminta keterangan Jaksa Agung. Bahkan, DPR pun berniat memanggil Jaksa Agung terkait kebijakannya yang dinilai maju mundur. "Justru menurut saya dapat merugikan citra Presiden SBY dan JK (Wakil Presiden Jusuf Kalla)," kata Lukman Hakim Saifuddin, anggota Komisi Hukum DPR.

Polemik seputar Kemas Yahya dan M. Salim mesti menjadi pelajaran bagi pejabat publik di Indonesia. Adalah hal yang penting untuk mempertimbangkan segala hal ketika akan mengangkat seorang pejabat negara.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Antasari Azhar menegaskan, kasus mantan Jampidsus Kemas Yahya dan bekas Direktur Penyidikan Kejagung M. Salim belumlah selesai. Menurut Antasari, persoalan ini akan dibahas KPK, Kejaksaan Agung dan Polri pada 3 Maret mendatang. Penegasan ini menjawab pernyataan Juru Bicara Kejaksaan Agung Jasman Panjaitan yang sebelumnya mengatakan KPK tidak memiliki bukti apa-apa terkait keterlibatan Kemas dan M. Salim dalam kasus suap Artalyta Suryani.

Sekadar mengingatkan, rekaman telepon menyeret Kemas Yahya ke dalam kasus suap Artalyta Suryani sehingga ia dicopot dari jabatannya sebagai Jampidsus, tahun lalu. Dalam kasus yang sama pula, M. Salim dicopot dari jabatan Direktur Penyidikan Kejagung [baca: Jaksa Pengawasan: Kemas Tahu Skenario Artalyta].

Tapi, diam-diam, 22 Januari lalu, Kemas Yahya Rahman dan Mohammad Salim diangkat kembali sebagai Koordinator dan Wakil Koordinator Satuan Khusus Supervisi dan Bimbingan Teknis Penuntutan Perkara Tindak Pidana Korupsi. Reaksi kontra pun bermunculan. Pengangkatan kedua pejabat bermasalah itu dianggap merusak upaya pemulihan citra Kejaksaan Agung. Tapi, Kejaksaan Agung mengatakan, kedua pejabat itu tidak bermasalah. Sebab, hingga kini belum ada bukti yang didapat KPK.

Pernyataan ini akhirnya mengundang reaksi keras Ketua KPK Antasari Azhar. Entah terkait langsung atau tidak. Beberapa jam usai pernyataan Antasari, Kejaksaan Agung akhirnya mencopot Kemas Yahya dan M. Salim dari jabatan barunya.(ANS/Tim Liputan 6 SCTV)

DAN...SATU PERSATU SAHABAT HADIR KEMBALI

Arti Sebuah Persahabatan......................

Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri.

Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah.

Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya…

Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya.

Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur - disakiti, diperhatikan - dikecewakan, didengar - diabaikan, dibantu - ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.

Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.

Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.

Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.

Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis. Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.

Ingatlah kapan terakhir kali kamu berada dalam kesulitan. Siapa yang berada di samping kamu ?? Siapa yang mengasihi kamu saat kamu merasa tidak dicintai ?? Siapa yang ingin bersama kamu saat kamu tak bisa memberikan apa-apa ??

MEREKALAH SAHABATMU

Hargai dan peliharalah selalu persahabatanmu

sumber: kumpulan renungan

Selasa, 24 Februari 2009

HARUN SUHERMAN: KAU KINI.......

hidupku bukan di perikanan lagi....

Sabtu 21 Februari 2009, 10.00 wib

Kunjungan pertama kami sekeluarga di kampung halaman setelah kelaurga adalah saudaraku Harun Suherman. Anak Cikoneng Ciamis yang sedikit kriting. Setelah hampir terpisahkan waktu selama sekitar 20 tahun......, ternyata beliau ngga jauh kemana-mana, tinggal dan membuka usaha sendiri di Cipacing, Ciawi, Tasikmalaya (sekitar 15 menit perjalanan dari rumah orang tua kami).

Sungguh......, pertemuan yang terasa indah setelah waktu memisahkan kami, tanpa terasa 2 jam lebih kami ngobrol kesana kemari, bernostalgia cerita masa lalu di Cikaret dan bercerita perjalanan hidup setelah itu sampai kini. Liku hidup sempat membawanya ke Batam selama sekitar 3 tahun (bareng Bang Nurdin sama Marhendro), sempat merambah pulau Jawa dengan berpindah-pindah tempat selama hampir 2 tahun, sampai akhirnya...... menetap dengan sang istri tercinta di rumah yang kini nyaman ditempatinya sejak tahun 1996.

Dunia perikanan telah lama ditinggalkan......, hidup Harun kini bergumul dengan spare part kendaraan dan bengkel pribadi yang menjadi sandaran kehidupannya. Harun kini telah dikaruniai 2 orang putra dan 1 orang putri dari istri tercinta Erlin Marlina, yang dinikahinya tahun 1993. Yang besar Sherlin Noviparari, putri kelas 3 SMA, yang tengah Redza Dzulfikar putra kelas 6 SD dan yang kecil Ridzal Alfaridzi putra sudah kelas 3 SD.

OK sukses selalu buat saudara kita Harun Suherman



santai sejenak sambil ngopi dan ngebul di rumahnya yang asri


selalu mesra dengan istri tercinta, resep harmonis keluarganya selama 16 tahun usia pernikahan, katanya


Putra keduanya, berpose sendirian...., siapa takut katanya


Keluarga adalah segalanya........, fose bareng istri, anak nomer dua dan si cikal yang baru pulang sekolah, sayang si bungsu ngga ikutan yah....

STADION SI JALAK HARUPAT, INDAHNYA KEBERSAMAAN

Disela-sela acara routine bulanan ke Bandung, kami sekeluarga menyempatkan diri untuk sejenak menghilangkan kepenatan, membebaskan diri dalam suasana hingar bingar dan gemuruh manusia yang tidak satupun kita kenal namun dengan tujuan yang sama...., menonton pertandingan sepak bola, dan kayanya lebih spesifik lagi menyaksikan tim kesayangannya memenangkan laga. Maaf....bukannya mengusung rasa kedaerahan...., namun kebetulan anak-anakku yang memang cuman baru 2, ....pendukung berat PERSIB Bandung.

Tribun Timur Stadion Si Jalak Harupat Bandung, saat Persib lawan PKT Bontang

kedua anakku , tak henti bersorak...berteriak dan bernyanyi mendukung tim kesayanagan, mereka bangga dengan tim kesayangannya

Malam itu...., rasanya jiwaku lepas.........., berbaur dengan gemuruh dan sorak sorai puluhan ribu penonton lain yang sepertinya sama denganku. Teriakan dukungan..., caci maki..., umpatan ketidakpuasan...., dan segunung rasa bahagia serta kepuasan yang bergemuruh hampir dirasakan oleh semua penonton ketika tercipta gol untuk tim kesayangan......, dan kesedihan serta keheningan merasuk seluruh stadion ketika tim lawan mampu menyamakan kedudukan. Sungguh......., betapa indahnya kebersamaan diantara puluhan ribu manusia yang satu sama lain mungkin tidak saling kenal, namun punya hati dan jiwa yang sama, mendukung tim kesayangan berlaga.

Jalannya pertandingan.....

riuh sorak sorai penonton...tanpa komando namun mereka seirama

Lebih menarik lagi tatkala istirahat babak pertama dan kedudukan sementara 1-1, tanpa diminta rekan yang duduk disebelah yang baru kali itu saya liat wajahnya berkomentar panjang lebar tentang terjadinya gol lawan yang menurut dia seharusnya tidak terjadi andaikata........dan seterusnya (pinter banget dia mengupas kelemahan dan kelebihan kedua tim, kenapa ngga jadi pelatih aja ya.....?), yang lebih hebat lagi........, dia nawarin saya makanan yang sedang dia makan. Hebat......., dia mungkin merasa sangat dekat denganku orang yang baru dikenalnya......., hanya karena kami mendukung tim yang sama.


karena kami satu tujuan......, jadilah kami merasa seperjuangan

Seisi stadion sontak bergemuruh dan rasanya mau runtuh ketika gol kembali tercipta untuk tim kesayangan. Kepalan tangan....., teriakan mengelu-elukan nama tim....., lompatan kegirangan serentak terhampar menghiasa seluruh stadion........, tanpa ada yang mengomando....., terlahir secara spontan dari hati dan jiwa yang tulus, yang menggerakan seluruh anggota tubuh untuk bereaksi dan berbuat meluapkan kebahagiaan.

Saat istirahat babak pertama, asyik buka bekel dari rumah......

Subhanallah..........., malam itu aku kembali dapat pelajaran berharga, bahwa kita mampu untuk berpikir...., bertingkah...., dan berbuat seirama.......untuk tujuan yang sama, untuk keinginan yang sama...., untuk rasa cinta yang sama........, bahkan walau kita tak pernah hidup bersama. Aku berpikir........, bahwa kita yang pernah merasakan penderitaan dan kebahagiaan bersama diasrama, rasanya sudah sepantasnya memiliki tujuan akan tali persaudaraan yang sama.
Wallahu........

ENDANG WALUYA: ANTARA CIKARET DAN KAWALU TASIK

SETELAH TERPISAH SELAMA 20 TAHUN........

Sabtu 21 Februari 2009, 16.30 wib

Kesempatan yang rada langka bertemu rekan dimanfaatkan dengan berkunjung ke rumah salah satu rekan kita yang tidak begitu jauh dari jaraknya. Yah......, sebetulnya kunjungan ke tempat Endang Waluya adalah kunjungan ke empat (terakhir) dari rangkaian kunjungan yang dilakukan pada hari itu. Kami sekeluarga sampai ditempat sore hari, menyesuaikan dengan waktu beliau ada di rumah.

Dalam perjalanan menuju rumah Endang, kami dipandu melalui telepon. Karena... jujur......walau saya orang sana, ngga ngerti betul daerah Kawalu Tasik, padahal saya sering juga berkunjung ke daerah ini karena kebetulan kakak ipar adalah orang situ. Kami mengikuti laju mobilnya Endang yang memandu kami jalan di depan. Sempat terbersit dipikiran dan bilang ke istri....jangan-jangan rumah Endang deket sama rumah kakak ipar saya. Sungguh ajaib....., lampu penunjuk arah mobil Endang mengarah ke gerbang perumahan kakak ipar saya. Ternyata beliau tinggal diperumahan situ juga.... (he...he.... padahal lebaran yang lalu aku silaturahmi ke situ juga).

Rasa kangen 20 tahunan ngga ketemu, terpuaskan juga saat itu...., dalam waktu yang sangat singkat...., hanya sekitar 1 jam. Cerita kami mengalir dengan deras, tentang perjalanan hidup dan segala macam yang terjadi setelah kita pisah tahun 89 di Cikaret. Tentang bagaimana beliau berjuang hidup dengan berbagai macam pekerjaan yang pernah dijalani sampai akhirnya bisa seperti saat ini, menjadi staf senior di sebuah percetakan (penerbitan) yang cukup besar di negeri ini.

Saat ini Endang telah dikaruniai 2 orang penerus dari sang istri tercinta Sri Murtiningsih yang paling besar Desy Rizka Siswanti putri yang sudah kelas 3 SMP dan satu orang putra Naufal Dzaky Al Asykari yang baru menginjak umur 3 tahun (jauh amat Ndang jaraknya....?). Tentang nama anaknya, Endang menjelaskan bahwa nama yang diberikan disesuaikan dengan liku perjalanan hidupnya (......??????).Tentang kecintaanya pada keluarga, jangan ditanyakan.......denga rela dia dengan selalu mendorong dan mengantarkan putrinya yang cikal yang selalu dapet juara menyanyi, dan lain sebaginya. Sungguh...., sangat indah sore itu untuk kami bernostalgia dan tak lupa sedikit jeprat-jepret untuk oleh-oleh buat kita semua.

Sukses selalu buatmu saudaraku


Endang Waluya, anak paling kecil (kedua) dan istri tercinta, berpose di sepan piala-piala si cikal


Figur ayah yang baik dan sayang keluarga (menurut pengakuannya), berpose bersama si bontot


inilah saya sekarang........, dengan jidat yang semakin luas (ini juga pengakuannya) .....he...he...


si bontot yang menggemaskan dan senang berpose, diusianya yang baru tiga thun jalan, bongsor juga....


Si cikal......., selain cantik juga pinter nyanyi dan katanya mau ikutan audisi di televisi, moga berhasil ya neng.....untuk mendukung caranya mudah, ...ketik desy, De... E.... eS.... Y kirim ke 8989

Rabu, 18 Februari 2009

MANAJEMEN HENING ala AA AKIM

Hidup harus banyak bersyukur


Hidup ini harus penuh syukur, sekecil apapun nikmat harus disyukuri.
Badan sehat, rezeki cukup, bagi aku adalah karunia luar biasa dari Allah

Aa Akim
he...he...he.....

DOA.....UNTUK SAUDARAKU

Endang Waluya, asyik ngopi dan ngebul bareng di tempatnya Harun Suherman

Ngga lupa..., selain kiriman mms dari Kang Harun, Endang ngirim juga sms berisikan doa untuk kita semua. Matur nuwun....akang-akang......

Tiap kali aku ingat.....,
entah malam ataupun siang
aku selalu berdoa, mudah-mudahan saudara-saudaraku
senantiasa dilindungi dan diberkati hidupnya oleh Allah Yang Maha Kuasa

Foto diri, entah apa maksudnya........?

sayang mms nya Harun yang ini kb-nya kekecilan Kang.....jadi foto setengah badan ngga pake bajunya ngga jelas keliatan......, ora opo opo mas, sing penting kirimannya aja dah bisa bikin kita seneng bisa liat dikau-dikau berdua. OK. Makasih...., ditunggu kabar-kabari selanjutnya