Jumat, 30 Januari 2009

BRAVO OVA: KABAR WIRASWASTAWAN DARI TASIK

Tanggal 27 Januari 2009, jam 21.09 kemarin, saya dapat SMS dari temen yang isinya pake Bahasa Sunda halus (kromo inggil kali kalo di Basa Jawi) yang saya sendiri agak susah buat nerjemahinnya, namun ngertilah maksudnya bunyinya speperti ini:

Asswrwb.
Bilih salira tos jeneng tur gaduh jabatan, mugi disimpeun heula.
Yu urang malikan deui OVA '89

Urang sarerea harita aya didinya.
Alam nu pamohalan bisa leungit tina ati sanubari.
Alam nu pinuh ku kaendahan jeung duduluran, nu ngait nepi ka kiwari.
Wassalam

(Seandainya anda sudah sukses dan punya jabatan, harap disimpan dulu. Ayo kita kembali lagi ke OVA '89. Kita semua saat itu ada disana. Alam yang tidak mungkin bisa hilang dari hati sanubari. Alam yang penuh dengan keindahan dan tali persaudaraan, yang tersimpan sampai saat ini).

Sayang........, SMS yang menggugah ini baru saya baca persis tadi malam, setelah hampir selama seminggu ini saya tidur lebih cepat dan HP selalu dimainin anak-anak karena ya itu tadi.... semingguan terakhir ini saya nongkrongin rumah, makan tidur...makan tidur... karena harus istirahat.

Ya....saudaraku Endang...., masa itu memang sangat indah dan takan mungkin untuk dilupakan. Kebersamaan kita begitu eratnya, sampai rasanya kita mungkin bukan hanya sebatas sebagai sahabat tapi...saudara sehati dan sejiwa. Terima kasih buat SMS yang dikirim dari Endang Waluya di Tasik.

Malam itu ternyata ada juga SMS dari saudaraku Muslim di Cirebon yang menginformasikan no HPnya Harun dan Elan yang juga baru kebaca tadi malam. Malam itu juga saya coba telepon Elan, astaga.......ternyata dia juga ada di Tasikmalaya, profesi dia saat ini adalah seorang wiraswastawan dan masih bujangan lagi.....(Astagfirullah......., nungguin bidadari yang turun dari mana lu Elan......?), yo wis...itu mungkin jalan hidupmu yang harus dijalani sampai saat ini, doaku...cepet dapet jodoh ya....., bidadari yang mungkin selalu kau impikan dan harapkan datang jadi pendamping setia hidupmu.
Aku juga telepon Endang, sama seperti Elan, Endang juga berprofesi sebagai wiraswastawan, juga tinggal di Tasikmalaya, deketan Elan. He...he...,dia sempet cerita katanya nyesel dulu dah kerja di SPMA Tasik, tapi keluar karena gajinya pegawai negeri saat itu saat itu kecil banget (kayanya sampe sekarang juga gitu lho....) yang tak mungkin mencukupi kebutuhan hidupnya. Yo wis juga....itu jalan hidup yang harus dihadapi, jalan yang telah kau pilih ...... OK sukses selalu saudaraku Endang

Tadi pagi aku telepon Harun, sebenernya pinginnya telepon malem itu juga..., tapi aku harus cepet tidur ....., ya jadi baru sempet pagi harinya. Saudara kita yang satu ini ternyata juga sama ama 2 rekan kita yang lainnya, wiraswastawan......, katanya dah punya anak gadis yang udah kelas 3 SMA, sempet kaget juga......kapan nikahnya lu Harun....dah punya anak segede itu.....(Patriani, kau kalah.......ama Harun, tadinya dia bangga merasa punya anak paling gede diantara kita he...he.....apalagi ama Ledy ya nie....?). Yo wis juga moga bengkelmu dan usahamu yang lainnya tambah maju....... Lupa, ternyata dia tinggal di Ciawi Tasik, yang tetanggaan desa ama aku....Run...Run....., kalo aku pulang......., suka ngga suka....mau diterima mau ngga, aku pasti akan mampir ke Kamu.......

Hidup wong Ciamis yang berkelana di Tasik (beda kabupaten kok berkelana....? apalagi kalo mudik paling cuman 30 menit dah nyampe).
Sukses selalu buat kalian semua dan so pasti....ditunggu kabar selanjutnya.

Selasa, 27 Januari 2009

SEPUTAR BOTIA

BOTIA adalah salah satu nama ikan hias yang cukup cantik. Mungkin karena itulah BOTIA menjadi salah satu nama wisma putri.Dulu kami sangat bangga menjadi penghuni wisma itu karena namanya yang unik.

Bicara mengenai wisma BOTIA, saya sering teringat lika-liku keseharian yang kami lalui bersama di wisma itu. Tentu sangat berkaitan pula dengan warna-warni watak para penghuninya.

Hm… bicara soal watak, ternyata memang sangat dipengaruhi oleh latar belakang dan asal-usul masing-masing orang. Nah, karena tidak terbiasa berhubungan dengan orang dari latar belakang yang berbeda, terbentuklah geng-geng kecil di wisma kami ini. Sebut saja ada geng Jawa, geng Sunda, geng Betawi dan geng Sumatra. Dari mulai geng-gengan inilah kemudian tumbuh konflik-konflik kecil diantara kami. Kami sering kumpul bareng jika ada konflik seperti itu. Rasa marah, kesal yang akhirnya berubah menjadi rasa menyesal dan mengakui kesalahan diri.Ternyata jauh dari orang tua dan keluarga yang terbiasa memanjakan kita telah membuat kami belajar banyak tentang makna kedewasaan.

Memang sih, perubahan menuju kedeawaan itu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Coba saja tengok ke belakang, ada saja pribadi-pribadi yang “keukeuh” kepada wataknya sehingga kadang menjadi julukan tersendiri baginya.egois, keras kepala, cerewet, muka badak, dll kerap terlontar untuk menjuluki seseorang.

Tapi disaat-saat tertentu kami juga bisa sangat kompak.Pernah waktu itu kami berselisih dengan penghuni wisma BANDENG, yang tentu saja penghuninya cowok-cowok semua. Wah, seru deh ... dan kami sangat menikmati kekompakan itu.

Satu lagi nih, jika ada salah satu dari kami yang pulang ke rumah dan kembali membawa oleh-oleh, seringkali kami berebut oleh-oleh itu layaknya anak kecil yang kelaparan.Padahal kadang makanan yang diperebutkan itu hanyalah sekantong kerupuk tapi kami sangat bahagia mendapatkannya.Roda kehidupan terus berputar.Kini semua kejadian-kejadian yang kami alami di wisma BOTIA itu menjadi kenangan tersendiri bagi kami.Ada rasa kangen untuk kembali ke masa-masa itu.

Ah, wisma BOTIAku, aku takkan melupakanmu.

Kamis, 22 Januari 2009

SELAMAT MENJABAT

SEGENAP PENGASUH
www.cikaret89.com


MENGUCAPKAN SELAMAT

ATAS TELAH DILANTIKNYA



AMDALI ADHITAMA (Angk. 1989)
Sebagai Kepala Karantina Ikan Bau-bau, Sulawesi Tenggara




M. FARCHAN(Angk. 1989)
Sebagai Kepala Karantina Ikan Kupang, Nusa Tenggara Timur


dan Pelantikan Para Pejabat Lainnya Lingkup Karantina Ikan,
Departemen Kelautan dan Perikanan


Kepada :


IROMO ( '88) YOKANAN (88)
OBING HOBIR A ('88) HAFIT RAHMAN ('88)


UHEN RUHENDA ('87) KUSMAYADI ('87)


ADE SYAMSUDIN ('86) KAMDANI ('88)

SUPARDI ('85) AINUT TIJAR ('85)

TEDDY KOSWARA ('85)

Rabu, 21 Januari 2009

SELAMAT ATAS PELANTIKAN

SELAMAT ATAS PELANTIKAN :

AMDALI ADHITAMA, S.P
sebagai
KEPALA STASIUN KARANTINA IKAN KELAS II BAU-BAU, BUTON

dan

MUHAMMAD FARCHAN, S.Pi, M.P
sebagai
KEPALA STASIUN KARANTINA IKAN KELAS I KUPANG, NTT

Semoga dapat menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya, dan dapat menjadi Rahmatan lil 'alamin bagi para pegawai dan masyarakat yang dilayaninya. Amin.



DAFTAR ALUMNUS ANGKATAN 89 SUPM CIKARET BOGOR

Sesuai permintaan rekan kita di Sumbawa (Sunaryo) yang meminta kondisi terkini dari rekan alumni, kami coba penuhi permintaan beliau dengan data rekan-rekan yang sudah masuk ke pengasuh sampai saat ini. Memang masih belum terdata secara keseluruhan, namun...... mungkin sedikit berguna buat Cak Naryo maupun rekan yang membutuhkan.

Kami juga memohon dengan amat sangat kepada seluruh rekan alumni yang mengetahui keberadaan alumni lainnya, baik yang angkatan '89 maupun Angkatan lainnya untuk diinformasikan kepada pengasuh cikaret'89 baik melalui email ke alamat cikaret89@gmail.com atau melalui komentar di halaman ini. Informasi tersebut akan dipergunakan pengasuh dalam membuat data base SUPM Cikaret Angkatan 89, selain itu juga untuk disampaikanlebih lanjut ke Bidang Pemberdayaan Alumni IA-SPB dalam rangka pembuatan data base alumni.

Sampai dengan pembaharuan data per tanggal 02 Maret 2009, rekam jejak rekan alumni yang belum masuk ke pengasuh adalah sbb:

Kelas A:
1. Estevao
2. Ngusno
3. Salim Suryana, 081572334459, Karawang
4. Sergio, Timor Leste
5. Suharto Harahap
6. Elvi

Kelas B:
1. Kasno
2. Lili Suparli
3. Maydya Hanem
4. Mawardi
5. Musonif
6. Nandang Setiawan
7. Sahid
8. SS Budiman
9. Santosa
10. Yoyok
11. Carsini KM
12. Daeng Nurhasanah
13. Yanti Supriyanti

Kami tunggu informasinya. Sukses selalu buat kita semua.



POSKO '89 PEDULI

Untuk lebih meningkatkan kepedulian kita terhadap sesama dan kecintaan kita akan alamamter. Posko'89Peduli menerima dan menyalurkan donasi untuk membantu anak-anak yatim dari rekan alamamter

      Kirimkan donasi anda melalui rekening posko'89peduli:

Bank BRI No. Rek: 0156-01-016230-50-7
Bank Mandiri No. Rek 133-00-0588762-5

      Beritahukan donasi anda pada kami melalui komentar atau email ke alamat cikret89@gmail.com

      kami juga menunggu informasi bagi rekan yang membutuhkan uluran tangan kami
      terima kasih


Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Bulan Desember


Rekap penerimaan dan penyaluran donasi posko'89peduli

Sebelumnya saya mohon maaf untuk laporan bulan Desember ini agak terlambat disampaikan, karena satu dan lain hal. Program Posko 89 Peduli, Alhamdulillah sampai dengan saat ini telah berhasil mengumpulkan dana dari para donasi sebesar Rp. 2.350.000,- (dua juta tiga ratus lima puluh ribu rupiah). Dari dana yang terkumpul tersebut seperti telah dilaporkan setiap akhir bulan. Sampai dengan desember 2008, telah disalurkan dana sebesar Rp 2.300.000,- (dua juta tiga ratus ribu rupiah) dengan rincian penerima sebagai berikut;

Dana Bantuan Pendidikan selama 1 tahun senilai Rp 1.200.000,- kepada Ananda dari Alm Abdul Azis di Brebes dengan cara transfer via Rekening Bank (via Munandar) sebesar Rp 100.000 per bulan bulan. Sampai saat ini sudah terealisasi untuk 8 bulan (Rp 800.000) yaitu untuk bulan Juli, Agustus, September, Oktober , November dan Desember 2008, Januari dan Februari 2009.

Dana Bantuan Pendidikan selama 1 tahun senilai Rp 1.200.000,- kepada Ananda dari Alm Amin Mulyadi Garut dengan cara transfer via Wessel Pos sebesar Rp 100.000 per bulan bulan. Sampai saat ini sudah terealisasi untuk 6 bulan (Rp 600.000) yaitu untuk bulan Juli, Agustus, September, Oktober, November dan Desember2008.

Dana Bantuan Pendidikan selama 1 tahun senilai Rp 1.200.000,- kepada Ananda dari Alm Nurkholis di Lamongan dengan cara ditransfer via Rekening Bank sebesar Rp 100.000 per bulan bulan. Sampai saat ini sudah terealisasi untuk 5 bulan (Rp 500.000) yaitu untuk Agustus, September, Oktober, November dan Desember 2008.

Dana Bantuan Pendidikan selama 1 tahun senilai Rp 1.200.000,- kepada Ananda dari Alm Rusmono dei Cirebon dengan cara transfer Rekening Bank (via Aan Andriani) sebesar Rp 100.000 per bulan bulan. Sampai saat ini sudah terealisasi untuk 4 bulan (Rp 600.000) yaitu untuk Agustus, September, Oktober,November Deseber 2008 dan Januari 2009

Semoga segala amal kebaikan rekan semua mendapat pahala yang berlipat dari Allah SWT. Besar harapan Kami, ke depan semakin banyak lagi Ananda Yatim SIAPAPUN yang dapat kami bantu dana pendidikannya, yang tentunya sangat tergantung dari kemurahan hati rekan semua. Terima kasih juga atas kepercayaan yang telah diberikan pada Kami dalam penyaluran dana bantuan anda.

Posko 89 Peduli mengajak pada rekan semua yang peduli akan nasib sesama, utamanya nasib anak-anak yatim, mari kita untuk dapat sedikit peduli, sedikit berbagi dan sedikit memberi. Insya Allah, setetes kasih sayang dan perhatian rekan semua, adalah segunung harapan mereka akan masa depannya.

Senin, 19 Januari 2009

SUKA DUKA 3 TAHUN DI SPP NEGERI CIKARET (Bagian I)

Kenangan Itu ...

Suatu hari di bulan Juli 1989, aku mendapat giliran untuk tes kesehatan saat penerimaan siswa baru di SPP Negeri Cikaret. Sang dokter memanggil namaku: Akupun masuk ke dalam ruangan.

Ternyata di dalam ruangan itu masih ada seorang calon siswa baru yang baru selesai diperiksa. Dia laki-laki. Kulihat dia tidak memakai baju. Sang dokter yang masih santai menulis dan duduk membelakangiku, tiba-tiba berkata: "Silahkan buka bajunya!".

Aku terperanjat. Begitupun siswa laki-laki tadi yang sedang mengenakan pakaiannya kembali. Aku saling pandang dengannya. Dia tersenyum-senyum memandangiku sementara aku diam mematung.

Sang dokter kemudian menoleh padaku dan terperanjat, lalu berkata: "Oh, maaf! Saya kira laki-laki". Akupun diperiksa dan tentu saja dengan tidak membuka baju.

Di kemudian hari, aku bertemu kembali dengan siswa laki-laki tadi, yang ternyata dia satu kelas denganku. Singkat cerita, akhirnya kamipun sama-sama suka. Satu kenangan yang sampai saat ini melekat dalam ingatan, guru kami pak Ottie, sering menjadikan kami berdua sebagai bahan lelucon di kelas. Aku tidak tau kenapa beliau senang sekali menyindir kami padahal banyak lho teman-teman yang punya pasangan, tapi selalu aku dan dia yang jadi ledekan.

Tak apalah. Aku juga tidak pernah tersinggung. Malah pak Ottie termasuk salah satu guru yang cukup kusegani. Meski humoris, tapi kalau sedang apel malam jangan harap ada lelucon. Hampir semua siswa tidak berani berkutik karena takut pada ketegasannya.