Minggu, 02 November 2008

KEMESRAAN INI.....(4)

Begitu waktu telah dengan kejam merenggut kita dari kebersamaan ini. Seolah tak sedikitpun memberi kita kesempatan hanya untuk sedikit berbagi. Seolah semua itu hanya mimpi. Namun......, seandainyapun esok Tuhan masih memberi kita hari, demi Tuhan kuberjanji......aku akan memelukmu dengan erat kembali.


Begitu indahnya kita bisa tertawa bersama, tanpa sedikitpun kita berpikir, tentang siapa kita dulu. Seolah semua masa lalu terhenti untuk berganti dengan hari ini.


Bahkan kebencian yang dulu pernah lekat tertanam, hari itu....... seolah semua masa lalu tak pernah terjadi


Kita........, bergandeng tangan, berpeluk mesra dalam kedamaian dan kebahagiaan.


Tinggalkan kini, semua menjadi kenangan, dalam perenungan yang tidak akan pernah ada batasnya. Tuhanku......., aku hanya bisa terdiam.

(Maaf, beberapa foto terjadi kesalahan dalam pengeditan, trims red.)

Jumat, 31 Oktober 2008

KEMESRAAN INI...... (3)

Seolah kita memang sangat enggan untuk dipisahkan. Ya........diringi lagu kemesraan dari tampilan layar LCD tentang kita doeloe, menambah sahdu kebersamaan kita malam itu.

Kemesraan ini.....janganlah cepat berlalu......

Kemesraan ini....ingin ku kenang selalu..........
Hatiku damai...... jiwaku tentran disampingmu...

Hatiku ...damai...., jiwaku tentram bersamamuu.....
bersamamu.......

KEMESRAAN INI...... (2)

Ya.....sepertinya kita sangat enggan melewatkan sedetikpun malam tanpa bersama. Seolah kita tak akan lagi bertemu hari esok. Mungkinkah Tuhan masih memberi kita waktu untuk bertemu lagi kelak....?

Kita tidak pernah tahu akan hari esok...., seperti kita juga tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dengan hari esok. Namun......, izinkan kami Tuhan, menikmati indahnya kenagan saat ini.

Beralaskan tikar, dalam temaram malam menjelang pagi, rasanya kita tak mau untuk sedetikpun lupa bertegur sapa. Entahlah....., semoga Tuhan memberi kami kesempatan untuk kembali menikmati seperti yang dialami pagi ini.

KEMESRAAN INI......

Begitu indah hari hari ini berlalu,
terlalu sayang rasanya untuk sedetikpun dilewatkan,
kebersamaan kita......., keceriaan kita......., kabahagian kita......,
seolah tak ingin hanya sekedar mimpi.


Kita memang tidak terlahir untuk masa lalu apalagi hanya untuk hari ini,
Namun....biarkanlah hal terindah yang sungguh bisa dinikmati hari ini...?
untuk bisa kita bawa ke masa depan.....


Kawan...., kita mungkin memang tidak seperti dulu lagi,
kita mungkin memang tak semuda seperti dulu lagi,
bahkan ada diantara kita yang telah tiada,
atau ada diatara kita yang hidupnya kini selalu dirudung duka
namun....biarkanlah hari kita lalui,
seperti saat kita dulu.


Demi Tuhan yang Maha Kasih.........
bukan aku menghujat Engkau.....
bukan aku menentang kehendak-Mu........
bukan aku tak bisa berterima kasih atas nikmat-MU
Seandainya setiap hari adalah Sabtu, dan tak pernah ada hari Minggu
niscaya...setiap detikku adalah syukur pada-MU

SEKEDAR MENGINGATKAN: TENTANG KITA "DOELOE"

Silahkan untuk dilihat, diperhatikan, dinikmati dan dikenang kembali. Bandingkan dengan kondisi kini....., sendiri..... Satu hal yang pasti dan perlu kita ingat dan camkan, bahwa kita pernah dididik dan digojlok dalam kawah candradimuka bernama Cikaret. Dididik dalam perguruan ternama bernama SUPM. Diajar oleh para guru hebat yang bijak dan berilmu tinggi. Dibimbing oleh para senior dengan penuh kasih sayang dan cinta. Terima kasih untuk semua yang telah diberikan, maafkan bila kami belum bisa untuk membalasnya.


Bukankah doeloe kita didik untuk selalu tegap melangkah, menyonsong masa depan dengan gagah? Masihkah itu kini.....?

Bahkan di depan gedung yang megah ini kita digojlok untuk memiliki fisik yang kuat dan sehat. MAsihkah itu kini.....?

Kitapun dibekali sikap yang siap dalam kondisi dan situasi apapun. Masihkah itu kini....?


Bahkan kita digembleng untuk mempunyai mental yang kuat menghadapi ganasnya dunia luar. Masihkah itu kini.....?

Ya....semoga nilai-nilai itu selalu tertanam kokoh dalam jiwa kita. Amin.....

SEKEDAR MENGINGATKAN: KEMESRAAN '88-'89 DOELOE

Posting kali ini menyambung dari possting sebelumnya mengenai "tamu kehormatan". Bahwa kita (Angkatan '88-'89) pernah begitu dekat, kita pernah bersama baik dalam suka maupun dalam duka. Kita sering "bersama" praktek di luar kampus Cikaret, itu sudah pasti, entah berapa tempat yang pernah kita lalui bersama? Sehingga menjadi sangat indah rasanya untuk kembali kita kenang dan kembali kita rajut kembali kenangan itu....kini.


Bang Ritonga ('88) yang ketakutan, hanya ditertawakan oleh Puji Suwargono ('89), namun Kang Dudi "88, dengan gagah berani siap menjaga kita dari ancaman orang luar, dibantu tidak kalah gagahnya oleh Yoyok pun ('89). Begitu indah kita bersama saling menjaga....walau kadang menggelikan ya Ji? Semoga....semua itu masih bisa kita jalin...kini....


Kasihan sekali......., anak-anak kecil (Otong ZA, Nandang Koswara dan Ferry Siswadhi) dengan wajah-wajah lugu dari kampung nun jauh di sana, yang berkeinginan tinggi untuk mencari ilmu di kota Bogor nan indah. Dengan dorongan, dukungan, bimbingan dan kasih sayang dari abang-abang semua, sehingga jadilah......kami kini, diri .....kami sendiri. Terima kasih.


Bahkan kitapun bersama......, mengalahkan lawan-lawan kita dimanapun kita berada untuk mengharumkan Almamater tercinta. Semoga bisa untuk selamanya.

CLOSSE UP (4) '89: PESERTA REUNI

Aan Andriyani, orang Sukabumi (eh wong Crebonan sekarang) yang satu ini bahkan mungkin sangat tidak banyak berubah dibanding dulu. Aan tetep seperti yang dulu, yang ramah....., murah senyum......, agak pendiem......, dan satu tentunya yang paling tidak berubah, tetep punyanya Muslim dari dulu. Seperti Akangnya, sepertinya Aan menerapkan pola diet yang lumayan rada ketat, sehingga....salah besar kalo membayangkan dia saat ini berbadan gemuk. Atau barangkali agak cape karena tutntutan pekerjaanya yang harus selalu berinteraksi dengan masyarakat dimanapun berada sebagai seorang staff di salah satu Instansi Pemerintah di Cirebon? Selamat dan sukses buat Aan....., tolong jagain rekan kita kang Muslim ya....!!!!!

Patriani, kehadirannya di acara Reuni kali ini (katanya sudah 19 tahun ngga menginjakan kakinya di Cikaret, tapi hatinya tidak khan?), banyak mengubah suasana reuni kali ini dibanding reuni-reuni sebelumnya, lebih semarak dan meriah tentunya. Ya Ani sepertinya masih seperti yang dulu, pembawaanya yang supel...., enak diajak bicara, enak diajak bercanda......(tapi males kalo dicandain, he...he...langsung ngambek dia) , bicara seadanya.... dan enak untuk diajak berbagi...., mungkin juga karena keseharian dia sebagai seorang Ibu Rumah Tangga yang baik dan berhasil, yang harus selalu bisa berbagi, mengerti, memahami dan mendedikasikan sepenuh hati dan pikirannya untuk keluarga. Sisa dulu yang juga kelihatannya sulit untuk dihilangkan adalah .... masih rada gagah..... (maaf....). Namun, itulah dia...., selamat dan sukses buatmu.

Sri Purwantini, rasanya terlalu singkat pertemuan kita untuk sedikitnya tahu siapa rekan kita yang satu ini. Pembawannya yang kalem, berwibawa, lembut, perhatian sama orang, murah senyum....., mungkin juga sebagai bentuk dan manifestasi dari kesehariannya kini sebagai seorang Ustadzah. Kesibukannya ceramah diberbagai tempat, menghadapi berbagai macam, ragam dan bentuk orang semakin membentuk dia untuk menjadi dewasa dan bijaksana. Selamat dan sukses buatmu