Senin, 15 September 2008

IBU RINA: TERIMA KASIH


Ass wr wb.

Memenuhi permintaan Otong via sms ke Ibu, maka dengan senag hati Ibu megirimkan kabar ini

Apa kabar semuanya?
Semoga kita semua selalu dalam rakhmat dan lindunganNya
Senang bisa melihat dan membaca komen 'anak 89'

Ibu ampir lupa sama Musonip... ingat lagi sama Puji Suwargono (kok tdk pernah ketemu ya? padahal sering sekali saya ke Sukamandi)

Ikut berduka cita dengan telah dipanggilnya oleh Yanga Maha Kuasa saudara kita Amin, Nurkholis, dan Aziz (semoga amal kebaikannya diterima Allah swt dan yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan iman)

Kalau ketemu Hadian di jalanan sepertinya Ibu gak bisa ngenalin lagi....
Kalau Otong, Nandang Kos, Aan, Muslim, Tina, Komsatun, apalagi Paidi... sepertinya agak sering ketemu ya kita?
by the way.... selamat atas bolgnya.

Semoga blog ini dapat mejadi ajang silaturahmi dan mempererat tali persaudaraan.

sampai jumpa di reuni....


Wass wr wb


Rina Janwar

Sabtu, 13 September 2008

PILIHAN MENU BERBUKA PUASA

Kemaren aku dapat kiriman brosur dari seorang teman yang isinya "DAFTAR MENU BERBUKA PUASA 1429 H" dari "CAFE FEMILYU '09", yang kabarnya sudah buka cabang diseantero Nusantara untuk memenuhi kebutuhan para pelanggannya diseluruh Indonesia.
Daftar menunya sederhana ;
  1. Es Beye (banyak digandrungi emak-emak)
  2. Sup Kalla (ini mungkin sejenis konro Makassar 'kali?)
  3. Mie Gawati (maaf yang ada cuma porsi jumbo, untuk yang laper berat, biasanya wong-wong cilik !)
  4. Jus Dur (kalau minum ini insya Allah segala yang repot-repot bisa ilang lho !)

Dipojok bawah brosur tertulis salam dari pemilik Cafe, " Selamat berpuasa semoga mendapat Hidayah yang Numur Wahid"...(jangan-jangan ini nama sebuah menu juga ya ?).

Boleh juga dicoba nih !

Beristighfarlah !

TIGA ORANG MENGADU KEPADA HASAN AL BASHRI (Ahli Hikmah):

  • Orang Pertama ; mengadukan tentang musim kemarau yang panjang serta hari-hari yang kering dan gersang. Maka Hasan al Bashri berkata kepada orang tersebut, “ Beristighfarlah !”

Orang Kedua : mengadukan soal kesulitan hidup dan kemiskinannya, maka Hasan al Bashri menasihati orang itu , “Beristighfarlah !”

Orang Ketiga : mengadukan masalah pribadinya yaitu sudah cukup lama ia belum juga dikaruniai keturunan. Kembali Hasan al Bashri memberikan solusi kepadanya, “Beristighfarlah !”.

Orang-orang yang menyaksikan peristiwa tersebut merasa heran, sebab setiap problem yang diajukan kepada ulama tersebut solusinya adalah disuruh ber-istighfar. Maka Hasan al Bashri segera mengobati keheranan mereka dengan tuntunan al Quran dan petunjuk kenabian (beliau menerangkan kepada mereka QS Nuh : 10-12.

10. Maka aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-,
11. niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat,
12. dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan Mengadakan untukmu kebun-kebun dan Mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.


Saudaraku, permasalahan hidup manusia sesungguhnya dapat dipetakan menjadi 3 kelompok masalah besar yaitu ; Masalah Lingkungan Hidup, Masalah Kebutuhan Hidup dan Masalah Teman Hidup.

Kondisi saat ini dimana lingkungan hidup yang telah rusak akibat tangan-tangan jahil dan sifat serakah manusia. Perekonomian yang semakin susah akibat tidak tersedianya lapangan pekerjaan yang memadai untuk jumlah penduduk yang begitu besar, ditambah parah dengan terus membubungnya harga kebutuhan pokok yang tidak terjangkau oleh masyarakat bawah, apalagi jika kita sedang ditimpa musibah berupa penyakit yang harus diobati. Dan banyaknya orang yang memiliki kesulitan mendapatkan keturunan akhir-akhir ini.

Sementara manusia tidak akan pernah lepas dari tiga masalah besar ini. Dan segala permasalahan yang dihadapi manusia, solusinya ada pada Allah, kita tinggal memintanya. Tetapi secara moral semua harus dikembalikan kepada diri kita sendiri. Bagaimana Allah akan memberikan solusi sementara terdapat begitu banyak penghalang antara karunia Allah dengan kita. Penghalang itu adalah dosa-dosa dan kesalahan kita kepada Allah swt.

Jadi, kenapa tidak kita coba dengan istighfar...? mumpung sekarang kita sedang dalam fase kedua Ramadhan, fase Maghfiroh / ampunan dari Allah swt...

Mari ber istighfar....!

Jumat, 12 September 2008

'ALHAMDULILLAHI RABBIL AALAMIIN' (dari seorang sahabat)

Aku bermimpi suatu hari aku pergi ke surga dan seorang malaikat menemaniku dan menunjukkan keadaan di surga.
Kami berjalan memasuki suatu ruang kerja penuh dengan para malaikat. Malaikat yang mengantarku berhenti di depan ruang kerja pertama dan berkata, " Ini adalah Seksi Penerimaan"
"Disini, semua permintaan yang ditujukan pada Allah diterima". Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku dapati tempat ini begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang memilah-milah seluruh permohonan yang tertulis pada kertas dari manusia di seluruh dunia.
Kemudian aku dan malaikat-ku berjalan lagi melalui koridor yang panjang lalu sampailah kami pada ruang kerja kedua. Malaikat-ku berkata, "Ini adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman"
"Disini, kemuliaan dan rahmat yang diminta manusia diproses dan dikirim ke manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya". Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu. Ada banyak malaikat yang bekerja begitu keras karena ada begitu banyaknya permohonan yang dimintakan dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi.
Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada ujung terjauh koridor panjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangat kecil.
Yang sangat mengejutkan aku, hanya ada satu malaikat yang duduk disana, hampir tidak melakukan apapun. "Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih", kata Malaikatku pelan.
Dia tampak malu. "Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan disini?", tanyaku.
"Menyedihkan", Malaikat-ku menghela napas. " Setelah manusia menerima rahmat yang mereka minta, sangat sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan terima kasih".
"Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas rahmat Tuhan?", tanyaku.
"Sederhana sekali", jawab Malaikat. "Cukup berkata, 'ALHAMDULILLAHI RABBIL AALAMIIN, Terima kasih, Tuhan".
"Lalu, rahmat apa saja yang perlu kita syukuri", tanyaku. Malaikat-ku menjawab, "Jika engkau mempunyai makanan di lemari es, pakaian yang menutup tubuhmu, atap di atas kepalamu dan tempat untuk tidur, maka engkau lebih kaya dari 75% penduduk dunia ini.
"Jika engkau memiliki uang di bank, di dompetmu, dan uang-uang receh, maka engkau berada diantara 8% kesejahteraan dunia.
Juga.... "Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak kesehatan daripada kesakitan ... engkau lebih dirahmati daripada begitu banyak orang di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup hingga hari ini.
"Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang, kesepian dalam penjara, kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan yang amat sangat .... Maka engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di dunia".
"Jika engkau dapat menghadiri Masjid atau pertemuan religius tanpa ada ketakutan akan penyerangan, penangkapan, penyiksaan, atau kematian ... maka engkau lebih dirahmati daripada 3 milyar orang di dunia.
"Jika orangtuamu masih hidup dan masih berada dalam ikatan pernikahan ... maka engkau termasuk orang yang sangat jarang.
"Jika engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum, maka engkau bukanlah seperti orang kebanyakan, engkau unik dibandingkan semua mereka yang berada dalam keraguan dan keputusasaan.
"Jika engkau dapat membaca pesan ini, maka engkau menerima rahmat ganda, yaitu bahwa seseorang yang mengirimkan ini padamu berpikir bahwa engkau orang yang sangat istimewa baginya, dan bahwa, engkau lebih dirahmati daripada lebih dari 2 juta orang di dunia yang bahkan tidak dapat membaca sama sekali".
Nikmatilah hari-harimu, hitunglah rahmat yang telah Allah anugerahkan kepadamu.
Dan jika engkau berkenan, kirimkan pesan ini ke semua teman-teman-mu untuk mengingatkan mereka betapa dirahmatinya kita semua.
"Dan ingatlah tatkala Tuhanmu menyatakan bahwa, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak nikmat kepadamu' ". (QS:Ibrahim (14) :7 )

TURUT BERDUKA CITA untuk ADE SUNARYO

SEGENAP ALUMNI SUPM BOGOR TERUTAMA ANGKATAN 1989
MENGUCAPKAN DUKA YANG SEDALAM-DALAMNYA
ATAS TELAH BERPULANGNYA


BAPAK MOMOR SUMARDI

AYAHANDA DARI REKAN KITA

ADE SUNARYO (supm bogor angk 89)
KUSNADI (supm bogor angk 92)

PADA HARI MINGGU MALAM, TANGGAL 07 SEPTEMBER 2008
DI RS HASAN SADIKIN BANDUNG


SEMOGA SEGALA AMAL KEBAIKANNYA DITERIMA ALLAH
AMIN

Menonton Kebenaran

Sebagai manusia yang mengandung rasa dan akal ( termasuk akal -akalan ), tiap orang bisa dan boleh merumuskan kebenaran sesuai kualitas - kodrat masing - masing.Tak mengherankan terdapat 1001 versi kebenaran.Ada kebenaran tegak lurus, bengkok, kebenaran kiwir - kiwir dan sebagainya.Artinya, ia bisa jadi biang konflik...maka mozaik kebenaran dibawah ini mungkin mambantu menghindari konflik.Ia dirumuskan orang - orang pintar diberbagai tempat dan zaman yang namanya pernah mengukir sejarah.
Kebenaran suka ngilang, sebab pusing memikirkan diri sendiri. Rumusan kebenaran yang ini sering berbentur rumusan yang itu dan tak bisa dipertemukan. Jadi gunjang - ganjing yang gelap adalah basis menuju ke kebenaran. Itu kata GEORGE GORDON ( 1788 - 1824 ), penyair Inggris.
Mengapa berbagai rumusan kebenaran tak bisa bertemu dan akur?. Menurut KARNEADES ( 214 - 129 SM ), filsuf Yunani, sebab kebenaran itu urakan dan liar. Ia sama sekali tak punya norma. Akal, alasan, kilah, opini dan apa saja bisa dilakukan demi dia - yang sebetulnya cuma cara untuk menipu.
Cara menipu untuk memanipulasi kebenaran itu tentunya bikin sebal. Seperti CHRISOSTOMUS ( 345 - 407 ), patriach Constantinopel, misalnya menulis "Utak - atik merumuskan kebenaran untuk membela kejahatan adalah kriminal!"
Juga, SAMUEL LANGHORNE CLEMENS ( 1835 - 1910 ), pengarang AS yang lebih tenar sebagi MARK TWAIN, sebal dan sinis terhadap manipulasi - pembusukan kebenaran tersebut, "Sejarah dan pengalaman tiap individu sarat bukti bahwa kebenaran mata rentan - ringkih sebab kebohongan bersifat abadi", tulisnya.
Jadi kebenaran bersangkutan dengan sejarah? Bukan cuma bersangkut - paut, bahkan SEJARAH ADALAH IBU KEBENARAN.Kebenaran adalah pesaing sang waktu, gudang segala perbuatan basar, saksi masa lalu, teladan masa kini dan monitor masa depan. Ia lentur tapi tak bisa patah. Ia selalu mengapung diatas kepalsuan, bagai minyak diatas air."Maka ucapkan kebenaran, setan akan malu!" tulis MIGUEL de CERVANTES SAAVEDRA ( 1547 - 1616 ), penyair dan dramawan Spanyol.
Entah, garis merah macam apa yang bisa ditarik dari opini oarang - orang diatas.Tapi agaknya kebenaran itu tidak serumit yang kita duga. Sekurangnya itulah yang dikatakan RALPH WALDO EMERSON ( 1803 - 1882 ), penyair AS yang pernah menjadi Menteri. Tulis pejabat tersebut "Kebenaran tak pernah rumit atau pelik. Kebenaran jadi meragukan karena muncul opini kilah dan akal - akalan model baru. Maka manusia harus punya pegangan. Tuhan menganugerahi akal budi agar manusia mampu memilih anatara kebenaran dan kepalsuan. Manusia harus memilih, sebab tak bisa memiliki keduanya sekaligus."
Pemilihan itu bisa dilakukan sebab panduannya jelas. Lihat resep ERNST HEINRICH HAECKEL ( 1834 - 1919 ), biolog asal Jerman :"Kebenaran adalah tujuan pemaduan pikiran ( spekulasi ) dengan pengalaman ( pengetahuan empiris ) dibawah bimbingan akal."Jika dalam dalam praktek sulit, sebab..mengatakan kebenaran itu sukar, sebagaimana menyembunyikannya." Itu menurut BALTASAR GRACIAN ( 1601 - 1658 ), penulis Spanyol dan Yesuit.
Meski sulit, kebenaran harus diuji. Itu menurut OLIVER WENDELL HOLMES ( 1841 - 1935 ), mantan Ketua Mahkamah Agung AS. Cara terbaik mengujinya ialah melemparkan ketengah masyarakat, untuk diterima atau ditolak.
Tapi ujian itu tak membuat yang sulit menjadi mudah. Apalagi kebenaran itu "bukan ini bukan itu" ucap SAMUEL TAYLOR COLERIDGE
( 1772 - 1834 ). Ia penyai, filsuf dan kritikus Inggris, yang lebih jauh menulis :"Kebenaran itu bukan kenyataan, bukan argumen dan bukan kesimpulan sebab substansinya tergantung sumbernya. Makna kebenaran tergantung pengucapnya, jadi relatif.
Tapi normatif:kebenaran adalah rangkuman segala legitimasi yang terkumpul dari aneka fakta yang terbukti membahagiakan, yang
cuma bisa ditemukan dalam laku keutamaan. Maka kebenaran adalah pengetahuan yang mampu memahami keutamaan sebagai sumber kebahagiaan."
Rupanya, kebenaran bisa melebar berkobar. Pantas jika sejak masa purba dicari - cari, sebagai kerinduan tak terpuaskan (
MARKUS TULLIUS CICERO ), dewa orang -orang bebas ( MAXIM GORKI ) dan Putri Sang Waktu ( AULUS GELLIUS ).
Kebenaran memang berkobar tapi tetap dihadang keraguan. Itu menurut JOHANN WOLFGANG von GOETHE ( 1749 - 1832 ), filsuf -penyair - dramawan Jerman. Ia mencatat :"Kebenaran adalah cahaya yang menyilaukan hingga orang yang nenangkapnya dengan mata tertutup, takut buta. Ia prasyarat kebijaksanaan. Tapi begitu kebijaksanaan ditemukan, muncul keraguan."
Mirip gagasan Goethe adalah ALBERT CAMUS ( 1913 - 1960 ), novelis Perancis kelahiran Aljazair. Baginya kebenaran baru jelas jika disandingkan dengan kepalsuan dan keraguan yang ia rumuskan dalam 3 ( tiga ) proses penalaran.
  1. Kebenaran itu bagai cahaya matahari, menyilaukan, membuat orang enggan memandangnya berlama - lama. Kebenaran memang maya tapi bisa jadi perangkap. Sekali manusia terperangkap, ia akan terus gelisah mencarinya.
  2. Kepalsuan itu bagai cahaya bintang - bintan yang indah, memikat banyak orang. Dari sini manusia bisa terjerumus dalam kebenaran semu - palsu, yang manakala terbongkar, akan menjadi faktor yang menghancurkan diri sendiri.
  3. Dalam konteks dua penalaran tersebut, muncul keraguan, sebagai faktor yang melekat dalam kebenaran. Keraguan jadi prasyarat menuju kebenaran. Dengan bijak menyikapi keraguan, maka ziarah mencari kebenaran tak akan tegang ialah "menerima" kepalsuan dan kebobrokan sebagai realitas hidup. Juga, menerima sosok gelap tersebut sebagai "jodoh" atau sisi lain kebenaran.
Mungkin gagasan Camus itu dikembangkan ALBERT EINSTEIN ( 1879 - 1855 ), ilmuwan AS - Swiss kelahiran Jerman. Sebab ia mengatkakan : "Mengklaim diri sebagai wasit penentu kebenaran, akan hancur sendiri. Sebab kebenaran selalu beriring dengan kebaikkan dan keindahan, yang membuat manusia menemukan keberanian baru untuk menghadapi apapun."
Keindahan kebenaran menonjol dalam KHONG HU CU alias KONFUSIUS ( 551 - 479 ), bijaksanawan dari Tiongkok. Catatannya :
"Mengetahu kebenaran tak identik mencintainya. Mencintainya tak identik bersuka cita tentangnya dan atau mengatasnamakannya.
Sebab kebenaran berarti sadar dalam mawas diri. Jadi, kebenaran itu cerdas, luas, dalam dan tak bisa dihancurkan apa dan siapa pun."
Terakhir, mngkin ucapan EURIPIDES ( 485 - 406 ), dramawan Yunani berikut, panatas dipajang juga : " Kata - kata dalam kebenaran selalu sederhana tanpa polesan."
Nah, 1001 kebenaran telah dipamerkan. Mau diapakan itu semua? Tentu saja tidak bisa diapa - apakan, selain direnungkan. Siapa tahu dengan itu kita bisa tidur nyenyak meski umpamanya dikepung hal - hal aneh saat 1001 kebenaran mengalami kerancuan makna dan sekian usaha pelurusan terasa lamban kehabisan nyali.

Kedua Anakku; Beda

Aku seneng banget, setelah berhari hari menjalani puasa, anakku yang kecil (yang kedua, usia 5 tahun) yang biasanya hanya sanggup sampai jam 1 sampai 2 siang, hari kemarin udah bisa puasa tamat sampai magrib, Alhamdulillah. Ya, emang anakku yang kedua ini agak-agak lain ama kakanya, kalo yang gede, saat diusianya yang ke 5 dia udah tamat puasa hampir sebulan penuh (bolong 5 hari), kalo yang ini udah menjelang hari ke 12 baru tamat 1 hari, beda banget ya ama kakaknya? Tapi ya emang gitu kali, masing-masing anak punya karakter yang beda.

Memang sih (kalo boleh sedikit cerita), kedua anakku memiliki perbedaan yang sangat jauh satu sama lain. Yang gede udah baca lancar hurup latin bahkan running teks di TV pada usia 4 tahun, yang kedua sampai saat ini baru lagi belajar ba-ba, bu-bu. Anakku yang pertama diusianya yang ke 9 udah mau khatam Quran, yang kedua Iqra 1 aja belum lulus. Dulu, anakku yang pertama sangat punya keinginan untuk belajar, dia anteng (seneng dan ngga mau diem alias serius) kalo kita sediain buku tulis, buku gambar plus pensil, yang kedua, bilangnya MA-LES, enakan main sepeda atau main yang lainnya. Aku ngga tahu, siapa yang mirip siapa? Yang mana mirip aku dan yang mana ngikut istriku, karakternya.

Ya begitulah hidup, bahkan dari ayah dan ibu yang sama sekalipun, terlahir dua orang anak dengan dua karakter berbeda, apalagi hanya lahir dari ALMAMATER yang sama? Akan amat sangat berbeda. Bukan begitu Ani, kumaha tah NK, akur khan ntie?