Senin, 09 Februari 2009

Cool White............

Yah......, Angkatan '92 SPP-SUPM Cikaret Bogor mungkin tidak jauh beda dengan Angkatan-angkatan sebelumnya dalam hal pakaian seragam, namun..........mungkin kami agak sedikit lebih dari yang lainnya karena Angkatan Kami punya seragam kayak SMA.


Siswi '92 Kelas A


Mungkin cuma angkatan kami yang sempat merasakan seragam SMA


Cool White

by: amie '92

LAPORAN PENERIMAAN DAN PENGELUARAN DONASI posko89peduli

Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Bulan Januari 2009


Sebelumnya saya mohon maaf untuk laporan bulan ini agak terlambat disampaikan, karena satu dan lain hal. Program Posko 89 Peduli, Alhamdulillah sampai dengan saat ini telah berhasil mengumpulkan dana dari para donasi sebesar Rp. 3.050.000,- (tiga juta puluh ribu rupiah). Dari dana yang terkumpul tersebut seperti telah dilaporkan setiap akhir bulan. Sampai dengan saat ini telah disalurkan dana sebesar Rp 3.000.000,-,(tiga juta rupiah) dengan rincian penerima sebagai berikut;

Dana Bantuan Pendidikan selama 1 tahun senilai Rp 1.200.000,- kepada Ananda dari Alm Abdul Azis di Brebes dengan cara transfer via Rekening Bank (via Munandar) sebesar Rp 100.000 per bulan bulan. Sampai saat ini sudah terealisasi untuk 8 bulan (Rp 800.000) yaitu untuk bulan Juli, Agustus, September, Oktober, November dan Desember 2008, Januari dan Februari 2009.

Dana Bantuan Pendidikan selama 1 tahun senilai Rp 1.200.000,- kepada Ananda dari Alm Amin Mulya di Garutdengan cara transfer via Wessel Pos sebesar Rp 100.000 per bulan bulan. Sampai saat ini sudah terealisasi untuk 9 bulan (Rp 900.000) yaitu untuk bulan Juli, Agustus, September, Oktober, November, Desember 2008, Januari,Februari dan Maret 2009

Dana Bantuan Pendidikan selama 1 tahun senilai Rp 1.200.000,- kepada Ananda dari Alm Nurkholis di Lamongan dengan cara ditransfer via Rekening Bank sebesar Rp 100.000 per bulan bulan. Sampai saat ini sudah terealisasi untuk 7 bulan (Rp 700.000) yaitu untuk Agustus, September, Oktober, November, Desember 2008, Januari dan Februari 2009

Dana Bantuan Pendidikan selama 1 tahun senilai Rp 1.200.000,- kepada Ananda dari Alm Rusmono dei Cirebon dengan cara transfer Rekening Bank (via Aan Andriani) sebesar Rp 100.000 per bulan bulan. Sampai saat ini sudah terealisasi untuk 4 bulan (Rp 600.000) yaitu untuk Agustus, September, Oktober,November Deseber 2008 dan Januari 2009

Semoga segala amal kebaikan rekan semua mendapat pahala yang berlipat dari Allah SWT. Besar harapan Kami, ke depan semakin banyak lagi Ananda Yatim SIAPAPUN yang dapat kami bantu dana pendidikannya, yang tentunya sangat tergantung dari kemurahan hati rekan semua. Terima kasih juga atas kepercayaan yang telah diberikan pada Kami dalam penyaluran dana bantuan anda. Tidak lupa Kami Posko 89 Peduli mengajak pada rekan semua yang peduli akan nasib sesama, utamanya nasib anak-anak yatim, di bulan ramadhan penuh barokah ini, mari kita untuk dapat sedikit peduli, sedikit berbagi dan sedikit memberi. Insya Allah, setetes kasih sayang dan perhatian rekan semua, adalah segunung harapan mereka akan masa depannya.

SALURKAN DONASI ANDA MELALUI REKENING:

Bank BRI Rek: 0156-01-016230-50-7
Bank Mandiri Rek: 133-00-0588762-5
Bank BNI Rek: 0003436498

POSKO '89 PEDULI

Cerita dari SUPM Bogor dan Asramanya di Thn 1989~1992 (PART 2)

Terima kasih atas segala yang telah kami dapatkan.....

................. sambungan dari PART 1

Kisah-kisah manis juga tidak terlepas dari kisah-kisah romantis. Maklum ABG, tidak beda dengan ABG lainnya, cinta monyet di antara kami ada juga yang sampai ke jenjang pernikahan (so sweet…). Berhubung angkatan kami hanya memiliki 18 siswi, maka waiting list pun mungkin diberlakukan oleh para 62 siswa, kebayang dong 1 berbanding 4…. Ada siswa yang mengincar salah satu siswi langsung dapat, ada yang harus bersaing dulu, ada juga yang tunggu giliran. Dan yang paling apes ada siswa yang (mungkin) mengincar 18 siswi tapi tidak ada satu siswipun yang melirik dia. Tapi banyak juga siswa yang sudah desperate atau yang tidak nyangkut dengan siswi SUPM pada akhirnya memilih pujaan hati dari kampong sebelah.

Untuk urusan asmara ini, kita juga harus berbagi ruang tamu yang tidak luas dan jauh dari privasi. bahkan ruang makan (maaf pak Azhar.. meskipun kami menggunakan forbidden place, tapi kami tidak melakukan hal-hal yang di luar batas kewajaran, kami hanya perlu tempat dan sedikit privasi, ceilee ngeles banget ya…). Untuk “booking” ruang makan biasanya ada upeti(biasanya berupa coklat atau snack) untuk petugas piket yang memegang kunci ruang makan ini.


Tempat janjian ketemu pacar yang tak lazim selain ruang makan putri adalah kelas dan perpustakaan. Bisanya mereka janjian malam hari titip secarik pesan singkat atau panjang lewat petugas piket. Jadi petugas piket selain bertugas mengontrol ketertiban dan kebersihan juga merangkap tukang pos.

Ada juga cerita lucu tentang janjian di kelas yang sering dijadikan tempat “nembak” pujaan hati. Kali ini pakai inisial demi menjaga privacy…, “O” adalah siswa yang lumayan ganteng mengajak janjian di kelas dengan siswi “RS”. Karuan aja si “RS” geer, dikiranya akan ditembak “O” tapi kenyataan yang didapat lain, “O” hanyalah messenger “DM” yang mau nembak “RS”. Walaupun sempat geer dengan “O”, akhirnya “RS” menerima juga “pinangan” Si “DM”. Tapi sayang hubungan mereka juga tidak berlanjut ke jenjang pernikahan.. Yah.. namanya juga jodoh…tidak bisa ditebak.Di angkatan kami ada pasangan yang mengisi kisah kasih romantisnya dengan kreatif dan bermanfaat yaitu bertanam jagung dan singkong. Lumayan lho hasilnya untuk ganjel perut kami. Tapi umur pacaran mereka tidak seumur jagung atau singkong lho, walaupun akhirnya mereka juga tidak menyatu dalam pernikahan…

Tinggal di asrama juga harus siap dengan menu makan yang “membosankan” (tapi belakangan justru menjadi menu wajib kala reuni). Menu ikan teri main bola, ikan asin pake jacket, telor nelen silet (telor rebus setengah), terigu telor dadar (banyakan terigunya daripada telornya) dan never ending tempe adalah menu yang paling terjangkau buat kami.

Ada juga sih masakan berbahan ayam (yang ini makanan paling elit deh pada masa kami) tapi hanya disediakan setiap tanggal 5, 15, dan 25 setiap bulannya. Efek dari tanggal yang lama-lama teridentifikasi sebagai tanggal ayam itu akhirnya yang membuat kami saling mengejek (berteriak : “ayam…ayam…!!”) apabila pada tanggal tersebut salah satu dari kelas kami pulang lebih dulu. Ya memang sih tetap ada jatah buat kami yang pulang belakangan (karena kami tetap ingat teman yang belum makan), biasanya ayamnya masih ada tapi kuahnya sudah habis dan ayamnya kadang tidak utuh potongannya, waahh..gragas…..!!! Hehehe…

Perkara gragas juga paling sering terjadi di Aspura, ketika malam tiba banyak yang bergerilya ke dapur. Congkel sana congkel sini, pasti mereka mendapat sisa makan malam, pokoke kalah deh tikus dapur. Bahkan ada yang menjahili temennya sendiri. Caranya dengan meracik nasi dan lauk pauk sisa dengan kecoak yang digeprek lalu diaduk rata sehingga menghasilkan cita rasa yang.. “MAKNYUUUS….!!”. Kasian banget ya yang jadi korban… (Ibu dapur juga mungkin sudah tidak heran kalau banyak sendok garpu yang bengkok akibat ulah para McGyver SUPM).

Urusan perut yang tidak pernah mengenal kata kenyang juga yang menyebabkan kerbutalan siswa, ketika ada ayam peliharaan orang kompleks yang nyasar ke asrama dijadikan sasaran empuk untuk dibakar. Bahkan ada siswa yang sempat memelihara ayam yang nyasar, karena ayamnya masih “belum cukup umur” untuk dijadikan santapan. Setelah cukup besar barulah ayam tersebut diolah. Walah..walah… niat bener.

Banyak…banyak sekali unforgotten memories, terlalu banyak sehingga tidak cukup semalaman tertawa kala membahas kembali di saat reuni.Semoga kawan-kawan saya yang dulu sempat berselisih paham atau merasa tidak dekat/akrab tetap merasakan nafas persaudaraan yang pernah kita terima selama di SUPM. Seiring waktu berjalan banyak pula kawan-kawan saya yang sudah mengecap kesuksesan, saya yakin mereka tidak akan menjadi orang yang lain (dalam arti sombong atau “lupa” pada saudara seatapnya sendiri).

Segala bentuk kenangan yang ada tidak akan pernah lepas dari ingatan kami. Pada akhirnya saya merasakan banyaknya energi positif yang dihasilkan sebagai efek dari kehidupan di asrama. Toleransi,solideritas, disiplin, kebersihan, simpati dan empati, begitu lekat dengan kehidupan asrama kami, kini terbawa sampai kini.Pesan moral : sebagai angkatan terakhir dari SUPM Bogor, kami meninggalkan asrama dan sekolah kami dalam keadaan yang bersih dan rapi (ada lho sekilas gambaran asrama kami sesaat sebelum kami hengkang), untuk itu sekali lagi saya menghimbau untuk para penghuni Wisma Botia, carpio, Udang Windu, Udang Galah, Bandeng, gurame dan wisma serta penggguna bangunan-bangunan ex SUPM lainnya mohon kiranya kalian sebagai intelektual muda dapat tetap menjaga dan mempertahankan kebersihan,keindahan dan lingkungan SUPM yang kami cintai yang dulunya sangat asri)

Last but not least........ sengaja saya akhiri cerita ini, meskipun masih banyak cerita lain. Biar kawan-kawan yang lain bisa berbagi cerita sebagai ungkapan cinta kita terhadap SUPM Bogor. Terima kasih SUPM ku, Terima kasih Asramaku, Terima kasih Guru-guru, Terima kasih Orang-orang tua kami selama tinggal di Asrama (Ibu-ibu Dapur, Pak Wardoyo, dll).

TERIMA KASIH UNTUK SEMUANYA ATAS SEGALA YANG TELAH KAMI DAPATKAN.

by: amie '92

Cerita dari SUPM Bogor dan Asramanya di Thn 1989~1992 (PART 1)

Botia: tiga tahun aku tinggal bersama disana......

Tulisan Iis tentang Botia dan kehidupan asrama menggunggah saya juga untuk mengulas kembali masa-masa SUPM.

Wajib tinggal di asrama dengan seabreg peraturannya kadang membuat kami seperti hidup di penjara. Kegiatan yang selalu diawali dengan bangun pagi (subuh) dan berbagai kegiatan mulai dari senam, lari pagi, PLH (Pemeliharaan Lingkungan Hidup) sampai antri mandi pagi (yang ini kadang-kadang terpaksa harus baren-bareng, tapi murni tanpa maksud apa-apa, daripada telat). Sarapan harus berseragam, setelah itu apel pagi yang dilanjutkan belajar (atau ngantuk) di kelas lalu istirahat siang dilanjutkan kegiatan ekskul dan kegiatan setiap harinya ditutup dengan apel malam (yang ini paling saya benci, soalnya jam apel malem adalah jam-jam terberat untuk kesehatan mata saya, hehehe). Belakangan kegiatan-kegiatan di asrama ternyata memang banyak pengaruhnya di kehidupan kami selanjutnya. Saya sungguh bersyukur pernah punya kesempatan tinggal di Botia.

Setelah lulus dan harus meninggalkan asrama bukan perkara mudah. Tidak pernah tergantikan rasanya ketika harus berpisah dengan teman-teman yang sudah seperti keluarga. Maka tangis haru selalu mengiringi kepergian kami satu persatu. Andai kala itu handphone seperti sekarang yang bak kacang goreng gampang didapat, mungkin kita tidak akan kesulitan untuk mencari teman-teman yang banyak “hilang” tak tentu rimbanya.

Setelah tidak tinggal di asrama, justru perasaan ingin tinggal di asrama masih menggoda. Saya saja sudah tidak terhitung berapa kali bermimpi tinggal di Botia lengkap dengan ranjang tingkat serta kasur-bantal lepeknya dan sketer serta penghuninya. Kalau sudah begitu kangen sekali dengan suasana seperti itu, karena selama ini saya juga tidak pernah menemukan pengalaman yang mirip-mirip dengan hidup di Botia.

Bicara soal penghuni Botia tahun kami (mungkin ada kesamaan dengan kakak-kakak yang lain), memang benar menyatukan karakter kami bukan perkara gampang. Tapi seiring dengan waktu kami akhirnya bisa saling mengerti dengan sendirinya. Konflik…? Ada …!! Saya sendiri pernah tidak bertegur sapa sampai berbulan-bulan dengan teman tanpa tahu kenapa. Maklumlah…jiwa yang masih hijau masih belum bisa menyikapi persoalan secara maksimal.(untuk kasus yang ini temenku ini pernah membahas belum lama ini, jadinya…? Lucu aja, tidak pernah ada dendam di antara kami).

Salah satunya kami semua saling mendukung dan bersaing, terutama dalam pelajaran. Saya yang bukan “siswa unggulan” yang tidak rajin belajar suka memanfaatkan teman yang pintar. Biasanya saat-saat ujian semester atau mid semester tiba-tiba saya sangat ingin “mengakrabi” mereka yang pintar dan biasa menghapal dengan keras. Tujuannya adalah supaya saya bisa mendengar apa yang mereka hapal atau diskusikan sehingga saya tidak terlalu banyak membuang energi untuk membolak-balik buku atau literatur cos I’m a good listener (untuk yang ini kayanya temen-temen yang saya manfaatin kadang-kadang eneg juga kali ya…, untuk itu saya minta maaf dan terima kasih….).

Kami juga mendukung teman-teman yang sempat kena her, berempati pada mereka. Begitupula bila ada kawan yang sakit, kepedulian kita sangat diuji di sini, seperti pernah ada seorang teman kami yang sempat di opname di RS PMI, kami dengan sukarela dan suka cita bergantian menjaganya..sekaligus punya kesempatan bisa mangkir dari kegiatan asrama dan cuci mata (cuci mata kok di Rumah Sakit…?)

Kisah-kisah manis lainnya adalah kami tidak pernah kenyang.. selalu kelaparan. Di Belakang Botia pada masa kami ada 2 batang pohon papaya yang sangat kami sayangi, karena buahnya lumayan bisa jadi camilan, meskipun seingat saya buahnya tidak pernah sempat matang, paling-paling hanya sampai tahap mengkal sudah dijolok-jolok.. (waahhh pokoke Gragas tuenan…!).

Kadang-kadang “ketidakkenyangan” kami menyusahkan orang juga. Setidaknya itulah yang dialami oleh tukang nasi goreng (yang lama-lama akhirnya dia Illfeel dan parno kalo lewat dan dipanggil oleh anak asrama). Biasanya kita pasang temen kita yang centil untuk manggil dan “merayu” tukang nasgor itu agar mau menggorengkan nasi yang berlebih dengan bumbu dari dia. Cukup ekonomis, dengan sedikit modal kami yang kelaparan lumayan bisa tidur lebih lelap karena kenyang.

bersambung ke PART 2.......

by: amie '92

Rabu, 04 Februari 2009

SUKA DUKA 3 TAHUN DI SPP NEGERI CIKARET (Bagian 3)

PRAMUKA … OH … PRAMUKA

Pramuka merupakan salah satu kegiatan ekstrakulikuler yang wajib diikuti oleh semua siswa. Salah satu kegiatannya yang paling menegangkan adalah jurit malam. Kami dibagi kedalam kelompok-kelompok regu. Ada beberapa pos yang wajib dilalui oleh kami untuk sampai ke tempat tujuan.

Di setiap pos kami harus berhenti dan bisa menjawab semua pertanyaan dari kakak Pembina. Meskipun bisa menjawab pertanyaan, bukan berarti tanpa rintangan. Banyak ujian mental yang harus kami.terima.

Satu hal yang hingga kini tak terlupakan adalah saat kakak Pembina meminta kami bergiliran mengemut satu permen sampai habis. Banyak yang bergidik mendengarnya. Tapi kami tak ada pilihan lain selain mematuhinya. Ada yang mengemut sambil merem, ada yang mengemut dengan santai, dan ada juga yang mengemut dengan wajah tegang. Wah, kakak Pembina ada-ada saja. Katanya sih sebagai salah satu bentuk rasa persaudaraan diantara kami. Susah dan senang harus dirasakan bersama.

Oke deh kakak-kakakku yang baik............, tapi ada satu nih yang bikin aku malu karena ada salah satu kakak Pembina yang iseng (mungkin bisa ngaku disini...., siapa kakak yang iseng saat itu....?) Saat itu, sebelum acara jurit malam kami diwajibkan untuk tidur dulu. Saat tertidur itulah rupanya ada yang menjepretkan kamera ke arahku. Lalu fotonya dipampang di lobi dekat kesiswaan (lorong gerbang mau masuk ke Aula). Teman-teman banyak yang mentertawakanku, aku jadi mati kutu. Kakakku yang “jahil”, kenapa sih tega motoin aku yang lagi ngiler?

AHMAD HADIAN: EX KETUM OVA KITA






Hai rekan-rekan semua, rindu 'kali aku sama kalian semua. begitu aku lihat beberapa gambar lama yang diposting Tina, ada haru yang menyeruak dari dalam dada ini. Sok atuh semakin banyak yang kirim foto semakin deket rasanya kita.

Oya ini beberapa gambar terbaru aku : yang paling atas ini gambarku waktu ada acara di Bali bulan Februari yng lalu. Yang bawah aku sama pak Adhyaksa Dault (Menegpora), deket- deket pejabat...sugan weh kecipratan jadi pejabat juga. nah yang tengah itu keluargku. Isteriku 4...anaknya, (anak ku juga lah.., isterinya mah 1) namanya Heny Jelita Panjaitan (halak Batak do), anakku yang paling besar Socha Sajatiningtresna Kardiadinata (baru naik ke kelas 6 SD), yang no 2 (yang agak tomboy tu) namanya Wening Galih Sanubari Kardiadinata (baru masuk SD), no 3 ni jantan satu-satunya namanya Wibawana Handaruan al Ghozy Fillah Kardiadinata (panggilannya Ghozy), baru masuk TK kecil. dan yang bontot perempuan juga baru 6 bulan, namanya Fathiya Cahya Sumirat Kardiadinata.
Aku sekarang tinggal di Indrapura Kab. Batubara, sebuah kota pesisir, 100 km dari kota Medan. no kontak 081376235665, e-mail: aa_hadian@yahoo.com

Senin, 02 Februari 2009

HATIKU BERSEMI LAGI

....dan satu persatu sahabat hadir kembali

Salah seorang pengasuh mendapatkan pesan singkat di HP nya pada tanggal 31 Januari 2009 pukul 17.33 dari saudara kita di Tasik (Endang Waluya) yang isinya demikian:

Hatiku bersemi lagi.... manakala sahabat sahabat yang kusayangi satu per satu hadir kembali, walau lewat suara dan tulisan, mengisi jiwa yang haus akan kerinduan. Terima kasih sahabat sahabat pengasuh yang telah berjasa dalam upaya ini. Kepada sahabatku semua, saya mohon maaf apabila selama bergaul di OVA ada yang pernah tersakiti perasaan oleh perkataan maupun perbuatan saya.

Yah......, Alhamdulillah......, satu persatu memang sahabat dan saudara-saudara kita muncul menyapa kita, menyambung kembali silaturahmi yang doeloe pernah begitu erat kita bina. Ibarat satu raga...., apabila ada salah satu anggota badan kita yang sakit....maka seluruh raga dan jiwa kita merasakan pedihnya rasa itu, pun demikian sebaliknya. Ibarat satu batang rokok....yang rela dihisap bergantian......, ha...ha...ha...., siapa tuh.........?

Memang betapa indah hari yang berlalu saat itu........semoga pun hari-hari ini dan hari hari ke depan kita mampu untuk kembali dalam perasaan itu......., kembali menjadi saudara yang tak terpisahkan dalam jiwa, kembali mampu untuk merasakan rasa sakit dan suka diantara kita. Akankah.......kita bisa...........?
Semoga.