Minggu, 02 November 2008

REUNI: ARTI SAHABAT

Sebuah Pengakuan Untuk Sahabat


Gebyar reuni sudah berlalu meninggalkan kita, kemeriahan, kebahgiaan, kesedihan, tawa, senyum tangis dan segudang macam rasa berbaur saat itu dan bahkan mungkin terasa sampai saat ini. Ya…, semua itu bisa terjadi karena kita pernah bersama, dalam pahit getir dan suka bahagia, dalam tangis dan tawa bersama. Namun yang paling berarti kenapa semua rasa itu hadir , karena ikatan batin persahabatan yang terjalin tanpa kita sadari, bahkan mungkin tanpa kita kehendaki.



Tentang arti sebuah persahabatan, Ibuku pernah bertanya, apakah bagian tubuh terpenting dalam hidupmu? Betahun-tahun aku selalu menebak dengan jawaban yang aku anggap benar, namun ternyata tidak......

Akhirnya, pada saat pengawal kakekku dan kemudian juga pengawal bapakku (yang juga pernah menjagaku sewaktu aku kecil) meninggal. Seluruh keluarga bersedih dan menangis. Bahkan, saat itu bapakku-pun menangis. Ibuku bertanya, ”apakah kamu sekarang sudah tahu, bagian tubuh mana yang paling penting?”

”Pertanyaan ini penting, ini akan menunjukkan kepadamu apakah kamu sudah benar-benar ”hidup”

”Anakku, bagian tubuh yang paling penting adalah bahumu”

Aku bertanya, ”apakah karena fungsinya untuk menahan kepala?

Ibuku menjawab ”Bukan....., karena bahu dapat menahan seorang teman atau orang yang sangat kamu sayangi ketika mereka menangis. Ibu hanya berharap, kamu cukup punya kasih sayang dan sahabat agar kamu selalu punya bahu untuk menangis kapanpun kamu butuhkan”



Akhirnya aku tahu, bagian tubuh yang paling penting adalah tidak menjadi orang yang mementingkan diri sendiri. Tapi simpati terhadap penderitaan yang dialami orang lain. Orang akan melupakan apa yang kita katakan. Orang akan melupakan apa yang kita lakukan. Tapi orang TIDAK akan pernah lupa bagaimana kita membuat mereka berarti.



Ketika aku berjuang untuk terlepas dari kematian, kedua anakku yang masih kecil menangis dibahuku memohon aku untuk tidak meninggalkan mereka dan akupun menangis dibahu ibuku memohon ampun dan doanya (Tuhan mendengar permintaan dan doa mereka, karena sampai hari ini aku masih hidup). Dan..., ketika aku kini berjuang untuk dapat terus menjalani hidup, aku menemukan bahu-bahu sahabat terbaik yang siap kapanpun aku butuhkan.



Sahabatku, engkau telah membuat hidupku menjadi berarti...., menjadikan hidupku menjadi lebih berarti. Seperti kata Ibuku, aku tak akan pernah melupakan hal itu. Maaf bila aku hanya mampu membalasnya dengan hanya ucapan terima kasih.



Selamat jalan kawanku......., seperti banyak doa yang kalian mintakan pada Tuhan untukku, akupun akan selalu berdoa untukmu. Tuhan semoga berkenan menyertai setiap langkah hidup kita. Amin.

KEMESRAAN INI.....(4)

Begitu waktu telah dengan kejam merenggut kita dari kebersamaan ini. Seolah tak sedikitpun memberi kita kesempatan hanya untuk sedikit berbagi. Seolah semua itu hanya mimpi. Namun......, seandainyapun esok Tuhan masih memberi kita hari, demi Tuhan kuberjanji......aku akan memelukmu dengan erat kembali.


Begitu indahnya kita bisa tertawa bersama, tanpa sedikitpun kita berpikir, tentang siapa kita dulu. Seolah semua masa lalu terhenti untuk berganti dengan hari ini.


Bahkan kebencian yang dulu pernah lekat tertanam, hari itu....... seolah semua masa lalu tak pernah terjadi


Kita........, bergandeng tangan, berpeluk mesra dalam kedamaian dan kebahagiaan.


Tinggalkan kini, semua menjadi kenangan, dalam perenungan yang tidak akan pernah ada batasnya. Tuhanku......., aku hanya bisa terdiam.

(Maaf, beberapa foto terjadi kesalahan dalam pengeditan, trims red.)