Sujono, wong satu ini memang sepertinya ngga bisa diem, muter terus (so...dia sibuk jadi panitia juga soalnya), badannya tetep kurus (bukan berarti kurang makan ya ya Jon...?), bicaranya yang bergemuruh bahkan bisa ngalahin suara geledek kayanya, gaya bicaranya kecuali logatnya yang masih medok Njowo, lebih mirip Batak, bahkan mungkin dari orang Batak sekalipun, he...he..., ceplas ceplosnya...masih....bahkan mungkin nambah. Yang pasti mungkin karena double profesi yang membuat dia begitu, selain sebagai staff di STP Cikaret, dia juga sebagai pengusaha ikan yang sukses. So....silakan buat rekan yang perlu ikan, dia siap memasoknya.... (promosi juga nih...). Selamat dan sukses selalu.
Junaedi, masih seperti dulu gaya bicaranya bahkan suaranya yang khas (inget....inget aja) masih seperti dulu, nnga banyak berubah. Lagi-lagi sepeti Nana, yang berubah banget darinya adalah kacamatanya yang asyik nongkrong di hidung (bukan gaya khan Jun...?he...he....). Bukan kebetulan kalo dia sebenernya sibuk di kantornya (???), sehingga lumayan bolak-balik ke Cikaret selama Reuni. Ya....kerjanya yang PNS di Dinas Perikanan Kab. Bogor membuat dia kembali menjadi orang Bogor setelah lama merantau di negeri orang, katanya. Selamat dan sukses selalu.
Muslim, dia tetap Muslim bahkan dari mulai dikasih nama sama orang tuanya, dia tetep muslim (Insya Allah...). Jarang bicara....., jarang canda....., kecuali dicandaain, dia pasti tersenyum, itulah m u s l i m. Ketika ditanya apakah gayanya itu tidak berpengaruh dengan profesinya saat ini sebagai salah satu staff di Dinas yang harus banyak bicara...? dengan enteng dia bilang, "tidak perlu banyak bicara....banyakin kerja, pasti mereka ngikutin" Iyalah.....biar Nyonya aja yang banyak tersenyum dan bicara, Muslim mah...banyakin kerjanya aja yah....? Ya..... selamat dan sukses selalu.
Nandang Koswara (alias NK), kayanya sulit untuk berbicara tentang kawan kita yang satu ini, liat aja sendiri, berubah apa ngga dibanding dulu (kayanya ngga banyak berubah, tetep kurus, tetep murah senyum dan tetep ngga emosian, he....he.......). Sepertinya semua kondisi itu sangat berpengaruh (atau dipengaruhi) dari pekerjaan yang digelutinya sekarang, sebagai petugas karantina di Bandara Sukarno Hatta, memang butuh orang yang tegas, gampang marah dan rada serem, biar para eksportir maupun importir rada-rada takut kali ya...? he...he.... Selamat dan sukses buat kawan kita yang satu ini.


